Diskusi Media Menangkal Hoaks, Kominfo: Dari 1000 Konten Hoaks Baru 20 Diblokir

Forum Wartawan Joeang menggelt diskusi “Tahun Politik, Media Menangkal Hoaks dan Fitnah”, Jumat 19 Oktober 2018.[IST]

POSBEKASI.COM | JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan ribuan konten hoaks di media sosial selama masa kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Mereka juga mendapati maraknya konten kampanye hitam jelang ajang kontestasi.

“Menurut mesin pengais (crawling) kami, sudah ada 1000 lebih konten hoaks yang terkait dengan politik dan beberapa instrumennya pendukungnya,” ungkap Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ferdinandus Setu, pada diskusi “Tahun Politik, Media Menangkal Hoaks dan Fitnah” yang digelar Forum Wartawan Joeang (FWJ), di Cikini Jakarta, Jumat 19 Oktober 2018.

Menurutnya, kampanye hitam yang terjadi cenderung menyerang kedua calon presiden dan calon wakil presiden. Bahkan, konten sengaja diciptakan untuk menyerang salah satu tokoh tertentu. “Sangat bervariasi, tidak terhindar bukan hanya dari satu kubu umumnya,” ujarnya.

Kominfo telah melakukan penindakan terhadap konten hoaks dan kampanye hitam, melalui koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

KLIK : KPU Ajak Masyarakat Awasi Kampanye di Media Sosial

“Dari 1.000 konten hoaks, diperkirakan sekitar 20 konten telah diblokir. Artinya, Bawaslu yang punya hak memutuskan ini masih ranah aman, yang diperbolehkan, atau black campaign yang tidak diperbolehkan. jika Bawaslu sudah menyatakan black campaign, kita akan melakukan pemblokiran,” teragnya.

Sedangkan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Sunanto, mengatakan ada peran media massa dalam masifnya penyebaran hoaks. Karenanya ia meminta seluruh stakeholder di perusahaan media termasuk pemilik, mengatasi hal ini.

“Sebab media memiliki tanggungjawab dalam upaya membangun persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Sementara, Ketua Forum Wartawan Polri (FWP), Naek Effendi Pangaribuan, menyatakan hoaks tidak akan tumbuh bila masyarakat cermat dan cerdas saat menerima pesan atau berita.

KLIK : Kasus Hoaks, Gerindra: Pemilih Prabowo tak akan Berpaling

“Sebaliknya, hoaks subur bila tingkat kecerdasan masyarakat masih rendah. Polda Metro Jaya menerima laporan kasus hoaks sehari sedikitnya empat laporan,” jelas Naek.

Naek menilai, media massa sama sekali tidak menyebarkan hoax terutama media yang sudah terverifikasi. “Kalau ada yang bilang media penyebar hoaks, itu salah dari oknumnya,” terangnya.

Naek meminta masyarakat tidak mempercayai begitu saja informasi atau pemberitaan yang tidak jelas apalagi belum melakukan klarifikasi.

“Bentengi dari berita hoaks dengan klarifikasi, dan jangan pernah percaya dan terus sebarkan berita yang tidak sesuai fakta dan kaidah jurnalistik,” ucapnya.[ZUL/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *