Lifter Kota Bekasi, Megawati “Kecil-kecil Cabe Rawit”

Megawati bersiap megangkat barbel pada babak kualifikasi Porda di Kota Bandung pada Desember 2017 lalu.[IST]

KOTA BEKASI | POSBEKASI.COM – Biasanya anak-anak cenderung menyukai olahraga ringan seperti berenang, lari, atau sepatu roda. Tapi anak asal Kota Bekasi ini memilih olahraga berat.

Sebuah pilihan yang tak biasa. Ia hanya mengikuti saran dari tetangganya–kebetulan pelatih wanita angkat besi Kota Bekasi, Ni Made Widyani, yang menilainya potensial untuk menjadi atlet angkat besi.

Ia juga terpengaruh dengan bibinya Dewi Safitri yang lebih dulu menjadi atlet angkat besi. Di matanya, kehidupan atlet terlihat menyenangkan.

“Saat itu kepingin keluar negeri seperti atlet-atlet yang saya lihat di televisi. Kayanya gimana gitu,” katanya mengenang perkenalannya dengan dunia angkat besi, Kamis 13 September 2018.

Megawati atau yang akrab sapa Mega, sejak berusia 12 tahun saat baru memulai latihan. Bisa dibilang “kecil-kecil cabe rawit”, karena Mega memiliki kemampuan dibidang olahraga seperti orang dewasa.

Ia mampu mengangkat beban di kelas 44 kilogram. Hanya dalam tempo setahun ia sudah menjuarai kejuaraan Popnas tingkat Jawa Barat, pada 2011 di kelas 44 kilogram.

Sejak itu, sejumlah prestasi berhasil diraih. Di Popnas misalnya, sejak 2011 hingga 2015, ia rutin memeroleh medali dengan peningkatan signifikan. Popnas 2011 di Riau, putri ke-3 dari 5 bersaudara ini memeroleh perunggu. Dua tahun berikutnya pada kejuaraan yang sama di Jakarta, meraih perak, dan terakhir di Kota Bandung, pada 2015 meraih medali emas.

KLIK : Suzen Simangunsong, Karateka Wanita Beralih Tinju Bertekad Sumbang Emas untuk Kota Bekasi

KLIK : Guru Pesilat Penyumbang Emas Ternyata Pegawai Honor di Kecamatan Jatiasih

KLIK : Ketua Komisi I DPRD Jabar Minta Pemko Bekasi Beri Award Guru Silat Sarah Jadi PNS

Kesan paling melekat dalam ingatannya, kala meraih medali emas di kelas 44 kilogram pada Porda XII/2014, di Kabupaten Bekasi. Ia melampaui atlet Kabupaten Bandung dan Kota Bogor. Baik pelatih dan keluarga begitu bangga saat ia menerima pengalungan medali.

Atas prestasinya, Pemerintah Kota Bekasi mengapresiasi gadis yang saat ini berusia 20 tahun ini bonus sebesar Rp50 juta plus tiket umroh.

Untuk gadis yang saat itu masih berusia 16 tahun, bonus tersebut terbilang besar. Ia sampai tak mampu menahan bahagia saat menerimanya. Karena dengan bonus itu, otomatis lulusan SMA 8 Kota Bekasi ini bisa membantu perekonomian keluarga. Oleh ayahnya Rohadi, bonus tersebut dibelikan tanah untuk investasi masa depan putrinya.

Kendati begitu, masa suram juga pernah dilewati sosok yang sehari-hari dikenal pendiam ini. Pada satu kejuaraan, ia pernah terkililir dan gagal menjadi pemenang. Di momen yang mestinya mendapat dukungan, ia justru menerima ejekan dan menyarankan berhenti menjadi atlet. “Saya sempat down. Tapi untungnya pelatih dan orang-tua meminta saya untuk tidak mendengar kritikan itu,” kenangnya.

Alhasil, dengan ketekunan dan kedisiplinannya, gadis berparas cantik ini terus menggapai prestasi. Kini, target di depan mata sudah menanti pada Porda 2018 di Kabupaten Bogor. Ia diwajibkan meraih medali emas oleh pelatih. Harapan besar disematkan di pundaknya. Ia sudah mengetahui lawan-lawan terberatnya.

“Di kelas saya ada atlet Kabupaten Bandung, Windy Cantika. Meski yunior saya, tetapi sekarang ia masuk Pelatnas,” katanya.[koni]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *