Suzen Simangunsong, Karateka Wanita Beralih Tinju Bertekad Sumbang Emas untuk Kota Bekasi

Petinju Suzen Ramzi Simangunsong (kaos merah tanpa lengan), bertekad menjadi juara nasional dan mewakili negara pada kejuaraan internasional dan memberikan medali emas pada Porda Jabar untuk Kota Beksi.[koni]

BEKASI | POSBEKASI.COM – Petinju Kota Bekasi ini sudah melahap puluhan pertandingan sejak masih duduk di bangku SMA.

Selain dikenal memiliki paras cantik, gadis berusia 23 tahun ini juga punya otot-otot yang menjadi idaman kaum hawa. Bisa dilihat dari lengan dan otot perutnya yang terbilang kekar. Suzen. Begitu panggilannya.

Meski tubuhnya terbilang mungil, namun bila sudah di atas ring, tenaganya bisa melebihi lelaki pada umumnya. Jurus andalannya merupakan penggabungan antara karate dan tinju. Semua lawan dilibas tanpa kenal ampun. Beberapa lawan pernah merasakan keperkasaannya.

“Pernah pelatih lawan lempar handuk sebelum ronde usai pada Kejurda di Sumut,” katanya  saat diwawancarai usai latihan, Rabu 12 September 2018.

Beberapa pertandingan lain bahkan pernah dihentikan wasit karena dianggap tidak imbang. Mereka kawatir, bila pertarungan dilanjutkan berakibat fatal bagi lawannya. Karena selama bertanding, prinsip petinju bertipikal boxer ini terus merangsek.

Lahir di Jakarta pada 10 Juli 1995, gadis bernama lengkap Suzen Ramzi Simangunsong ini memulai karir tinjunya sejak memasuki SMA. Ia manut saja saat sang ayah yang mantan petinju memintanya beralih dari olahraga karate yang sejak SMP digeluti. “Alasannya karena gak pernah dapat prestasi,” katanya mengisahkan.

KLIK : Kabupaten Bekasi Optimis Raih Emas Muay Thai di Porda XIII Jabar

KLIK : Perbakin Kabupaten Bekasi Targetkan 7 Medali Emas di Porda 2018

KLIK : HUT Ketua KONI Dirayakan KONI se-Jabar

Terbukti, baru sebulan berlatih, keponakan dari petinju nasional Hendrik Simangunsong ini langsung meraih medali perak pada Kejurda Sumut Yunior pada 2010. Setelah itu, sejumlah medali berturut-turut diraih baik emas dan yang lain.

Berkat prestasinya itu, gadis yang pernah membuat pingsan seniornya saat di karate, masuk Pelatnas untuk Presiden Cup pada 2015. Sayangnya, dikejuaraan yang diikuti 25 negara tersebut, ia harus tersingkir di babak penyihan lantaran kalah dari atlet Vietnam.

Pengalaman itu makin membulatkan tekadnya untuk terus berprestasi. Kini, ia menjadi salah satu andalan pendulang emas bagi Kota Bekasi pada Porda XIII yang akan digelar Oktober 2018 nanti. Ini dibuktikan dengan menjadi yang terbaik pada babak kualifikasi (BK) beberapa bulan lalu.

Turun di kelas 51 kilogram, semua lawan dilewati dengan ringan. Kendati begitu, ia tak mau jemawa dengan menganggap remeh target yang dibebankan di pundaknya. Ia sudah mengetahui siapa lawan berat yang akan dihadapi pada Porda nanti.

“Jelas tuan rumah dan peserta dari Kota Bandung yang mendapat wild card,” kata gadis yang bercita-cita menjadi juara nasional dan mewakili negara di pentas internasional.[koni]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *