Pemkab Bekasi Distribusikan 160 Ribu Liter Air Bersih untuk 3 Kecamatan

BPBD Kabupaten Bekasi beri bantuan 160 ribu liter air bersih di tiga kecamatan yang dilanda kekeringan.[IST]

CIKARANG | POSBEKASI.COM – Musim kemarau membuat dibeberapa wilayah Kabupaten Bekasi dilanda kekeringan. Untuk membantu persediaan air bersih Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi memberikan bantuan 160 ribu liter air bersih di tiga kecamatan yang dilanda kekeringan.

“Kami (BPBD) pada beberapa pekan terahkir menyalurkan air bersih di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu dan Serang Baru,” ucap Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Rasyid, Jumat 10 Agustus 2018.

Terang dia, dari tiga kecamatan itu, terdapat tujuh desa yang warganya terdampak kekeringan dan sudah mendapatkan pasokan air bersih yakni Desa Sirnajati, Ridogalih, Cibarusah Kota, Sirnajaya, Nagacipta, Sukasari dan Karang Indah.

“Jadi kita sudah mengerahkan seluruh armada yang kita miliki untuk membantu mendistribusikan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air bersih di 7 desa itu,” katanya.

Sambung dia, sebanyak 160 ribu liter air bersih diberikan untuk 2.951 Kepala Keluarga (KK) pada tanggal 23 Juli – 07 Agustus 2018.

“Bantuan air bersih ini tentunya akan terus kita lakukan secara berkala kepada warga yang terdampak kekeringan,” sambungnya.

Camat Cibarusah, Enop Can mengatakan wilayahnya memang masuk dalam peta wilayah kerawanan terdampak kekeringan. Menurut dia, krisis air bersih yang melanda warganya di sejumlah desa merupakan persoalan klasik yang kerap terjadi di saat musim kemarau seperti saat ini.

“Jadi memang udah rutinitas seperti ini, setiap tahunnya pasti seperti ini,” ucapnya.

Oleh karena itu, untuk mengatasi persoalan ini pihaknya mengaku sudah intens berkordinasi dengan instansi terkait lainnya, termasuk BPBD Kabupaten Bekasi guna menyalurkan air bersih kepada warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga seperti minum dan memasak.

“Air mah sebetulnya ada, cuma memang nggak bisa digunakan untuk dikonsumsi,” tutupnya.[REL/DIN]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.