128 Pendatang Baru Terjaring Operasi Yustisi

Ilustrasi operasi yustisi

CIKARANG | POSBEKASI.COM – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi menggelar operasi yustisi pendatang baru selama 20 hari kerja di 10 kecamatan telah menjaring 128 warga pendatang berasal dari kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Kepala Bidang Pendataan dan Pelayanan Penduduk Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Giri Waluyo mengatakan bahwa dari 128 warga pendatang yang terjaring, 95 orang berasal dari Jawa Tengah, 24 Jawa Barat, dan sisanya 9 orang berasal dari Jawa Timur.

Menurutnya, dari ratusan orang yang terjaring itu didapatkan saat petugas melakukan operasi di Desa Sukadami dan Pasirsari Kecamatan Cikarang Selatan.

KLIK : WNA Korsel Ngaku Sudah WNI Terjaring Operasi Yustisi

“Setelah terjaring, petugas akan melakukan pendataan. Mereka diberikan surat keterangan domisili yang berlaku selama enam bulan. Setelah masa berlakunya habis, mereka dianjurkan membawa surat pindah daerah asal,” ucap Giri di Cikarang, Senin 9 Juli 2018.

Giri menyebut, Kabupaten Bekasi masih menjadi daya tarik kaum urban berpindah dari desa ke kota karena merupakan wilayah kawasan industri.

“Kami tidak mempersoalkan adanya pendatang ke Kabupaten Bekasi tetapi mereka diwajibkan untuk mengurus administrasi kependudukannya apabila ingin menjadi warga Kabupaten Bekasi,” terangnya.

Ia memprediksi warga yang terjaring operasi yustisi akan bertambah, mengingat belum seluruhnya petugas mendatangi lokasi yang telah ditargetkan.[dakta.com]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *