Iriawan: Jangan Main-Main Soal Limbah!

Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan meninjau pabrik yang ada di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jumat 6 Juli 2018.[IST]

KABUPATEN BANDUNG | POSBEKASI.COM – Penjabat Gubernur Jawa Barat H.Mochamad Iriawan melakukan peninjauan terhadap salah satu pabrik di sekitar DAS Citarum.

Diduga pabrik tekstil ini membuang limbahnya langsung ke Sungai Citarum tanpa terlebih dahulu diolah melalui Ipal yang memadai.

“Kelihatannya begitu (membuang limbah ke Citarum). Makanya ditutup (mesin pengolah limbah) oleh teman-teman dari Dansektor,” ujar Iriawan usai meninjau pabrik yang ada di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jumat 6 Juli 2018.

Iriawan melihat secara langsung Ipal yang ada di pabrik tersebut. Limbah yang dihasilkan berupa cairan B-3 yang berwarna hitam pekat dengan suhu tinggi dan berbau. “Saya sudah melihat sendiri penampungan limbah, pasti tidak akan bisa menampung dengan besarnya pabrik seperti ini,” kata Iriawan.

KLIK : Motekar Masuk 99 Inovasi Terbaik Indonesia

Pada kesempatan ini, Iriawan secara tegas meminta seluruh industri yang ada di sekitar aliran Sungai Citarum agar bisa mengolah limbah industri melalui Ipal yang memadai atau sesuai ketentuan yang berlaku. Akibat dari pembuangan limbah secara liar ini menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

“Saya minta pabrik-pabrik ini betul-betul bisa mengikuti aturan yang ada, dimana harus melakukan pengolahan limbah yang benar. Jangan main-main lagi!” tegas Iriawan.

“Saya akan maksimal terhadap ini (penanganan limbah) karena korban sudah banyak, korban lingkungan, korban manusia, dan lain sebagainya. Kita tidak bisa membiarkan ini. Ke depan harus kita tegakkan (hukum) secara maksimal agar berubah,” lanjutnya.

Pasal Korupsi

Sehari sebelumnya, Iriawan juga telah melalukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Melalui Kepala Unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK Asep Rahmat Suwanda, Iriawan meminta kajian mengenai bisa dikenakannya pasal korupsi bagi para pencemar lingkungan, khususnya yang ada di sekitar DAS Citarum.

“Di lain daripada instansi yang ada di Jawa Barat, saya juga komunikasi dengan KPK. Saya minta dikaji — juga melibatkan Kadis (Kepala Dinas) Lingkungan Hidup Jabar untuk bisa (kasus pencemaran lingkungan) dibawa ke ranah tindak pidana korupsi,” tukas Iriawan.

Hal itu untuk membuat efek jera bagi industri pencemar lingkungan di Citarum. “Sehingga dengan demikian saya harapkan akan membuat efek jera bagi pabrik yang tidak mengikuti aturan. Dimana harus melakukan pengolahan limbah yang benar,” pungkasnya.[REL/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *