Pemilih Pemula Mellenial Kesal Dilarang Nyoblos Di Mustika Jaya

Surat model C6-KWK milik pemilih pemula dilarang nyoblos di TPS 23 BTR Mustika Jaya.[RAD]

BEKASI | POSBEKASI.COM – Seorang pemilih pemula gagal menggunakan hak suaranya pada Pilkada serentak 2018.

Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) semester akhir, Ethaliana Yolanda, yang didampingi tantenya merasa kesal dengan petugas TPS yang melarangnya menggunakan hak suaranya hingga gagal memilih calon Walikota Bekasi dan calon Gubernur Jawa Barat.

“Saya bawa surat undangan mencoblos model C6-KWK di TPS 23 Blok E Perumahan Bekasi Timur Regensi (BTR), RW013, Kelurahan Cimuning, Bekasi Timur, saya dilarang petugas TPS memilih. Alasannya, karena saya hanya punya KTP model lama dan tidak memiliki surat keterangan KTP elektronik,” kata Yolanda kepada posbekasi.com, Rabu 27 Juni 2018.

Sedangkan tantenya, sempat melakukan protes kepada petugas TPS 23, namun tetap saja keponakannya itu dilarang menggunakan hak suara.

KLIK : 10 WNA Pantau 6 TPS Di Kota Bekasi

“Saya tidak tahu harus ada surat keterangan KPT elektronik. Padahal semua petugas TPS yang ada disitu kenal dengan Papah saya, mereka semua juga kenal. Tapi kok dilarang?,” kata Yola.

Bahkan, Yolanda tidak saja memiliki surat model C6-KWK tetapi juga namanya terdaftar di DPT yang ditempel di TPS.

“Kesal nich, nama saya ada kok di DPT yang ditempel disitu. Ini kali pertama saya untuk memilih, tapi sudah dilarang. Sayang suara saya tidak bisa memilih calon yang punya visi misi untuk generasi mellenial untuk Kota Bekasi dan pemimpin Jabar yang Asyik,” ungkapnya kesal dan pulang ke rumah tanpa bisa menggunakan hal pilihnya.[RAD/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *