Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi Karawang

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya merilis pengungkapan jaringan prositusi.[IST]

KARAWANG, POSBEKASI.COM – Polres Karawang gelar Konfrensi Pers atas keberhasilannya melakukan pengungkapan Jaringan Prostitusi di wilayah Kabupaten Karawang, yang bertempat di Mapolres Karawang, Senin 28 Mei 2018.

Atas penangkapan tersebut Polres Karawang mengamankan seorang mucikari berinisial K (40) alias Engkus saat sedang transaksi prostitusi di salah satu hotel di Karawang, Jumat 25 Mei 2018 malam.

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya didampingi Kasat Reskrim AKP Maradonna, Kasubbag Humas AKP Marjani dan Kanit PPA Ipda Herwit Yuanita, mengatakan tersangka ditangkap petugas usai mengantarkan wanita pekerja seks komersial (PSK) ke kamar hotel.

Dari tangan tersangka Polisi mengamankan kwitansi hotel dan juga sebuah handphone Nokia type RM-647 warna hitam serta uang Rp100 ribu.

KLIK : Kapolres Ini Unjuk Taring Tembak Kawanan Begal Sadis

“Tersangka kami tangkap dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) Lodaya 2018 oleh Tim Unit IV PPA Sat Reskrim Polres Karawang di salah satu hotel yang ada di Kabupaten Karawang. Tersangka ini memang sudah menjadi target operasi kita karena melakukan kegiatan prostitusi diberbagai hotel,” kata Kapolres.

Menurutnya, penangkapan itu dilakukan saat anggota Tim Unit IV PPA Sat Reskrim Polres Karawang menyamar dengan berpura-pura memesan wanita melalui saluran telepon. Akhirnya disepakati tarif sekali kencan sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta  dan jasa tersangka sebagai uang tip sebesar Rp100 ribu.

KLIK : Penertiban Se’er Seperti Makan Cabe, DPRD Karawang Minta Dijadikan Sentra Kuliner

“Setelah selesai transaksi tersangka langsung kami tangkap tanpa perlawanan. Tersangka K ini mucikari yang beroperasi di hotel-hotel di wilayah Karawang. Jaringannya cukup banyak dan melayani panggilan melalui telpon,” tambahnya.

Atas perbuatannya Tersangka K di jerat dengan ancaman pidana Pasal 506 KUHP dan Pasal 2 UU RI No.21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Pidana Penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp.600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).[DIN/POB5]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *