Dosen Pascasarjana Unisma Gagas Kolaborasikan Dunia Pendidikan dan Seni

Aisyah Nabila Anristya dan Diyah Yuli Sugiarti.[IST]

BEKASI, POSBEKASI.COM – Lebih banyak menghabiskan waktu di lembaga pendidikan tidak menjadi hambatan bagi Diyah Yuli Sugiarti untuk memproduseri sebuah album musik.

Dosen Pascasarjana Universitas 45 (Unisma) Bekasi ini memang berkeinginan mengkolaborasikan dunia pendidikan dan seni berlatar belakang kepeduliannya pada lagu anak-anak yang sudah lama tidak berinovasi.

Seperti pada Ramadhan 2018 ini, dirinya bersama musisi Sisco Batara, sang kakak yang tak lain adalah ayah dari penyanyi Bondan Prakoso memproduseri sebuah album religi anak bertajuk ‘Ramadhan Ceria’. Penyanyinya adalah gadis berusia 11 tahun asal Narogong, Kota Bekasi bernama Aisyah Nabila Anristya.

“Latar belakang saya sebenarnya dunia pendidikan. Namun ada beberapa alasan yang membuat saya mengembangkan diri jadi produser. Yang pertama lingkungan saya adalah lingkungan orang-orang yang suka suka seni salah satunya pencipta lagu, seperti bapak kandungnya bondan prakoso,” kata Diyah saat ditemui di launching Album Ramadhan Ceria di BTC Mall Bekasi, akhir pekan kemaren.

Selain menjadi Dosen Pascasarjana Unisma Bekasi ia juga memimpin Yayasan Mutiara Ummat, menjadi Bendahara Himpunan Doktor Manajemen Pendidikan Indonesia, dan Direktur konsultan pendidikan PT Edukasi Gemilang Indonesia. Selain itu dirinya juga mengelola Taman Bacaan Masyarakat Mutiara Ilmu Bekasi, pengelola PKBM Mutiara Ummat Bekasi, Pengelola Homeshooling Berbasis Tahfidz Qur’an Mutiara Ummat Bekasi dab saat ini ia adalah produser dari rumah produksi Musik Anak.

KLIK : Aisyah Luncurkan Album Religi Anak “Ramadhan Ceria”

“Berangkat dari rasa prihatin saya akan lagu-lagu anak-anak masih kurang ada perkembangan. Lagu anak Indonesia tingkatan PAUD itu harusnya kreatif dan inovatif, tapi kok anak kecil masih aja yang diajarkan ‘lihat kebunku’, ‘bintang kecil’. Kok nggak ada inovasi dan kreativitas? Saya ke pasar kemana kok banyak anak-anak yang dinyanyikan lagu orang dewasa,” lanjutnya.

Padahal kata Diyah, dunia pendidikan itu tidak berhenti malah semakin berkembang pesat dan semakin maju. Oleh karena itu, menuntut kreativitas dan inovasi tinggi. Sayangnya lagu anak-anak yang ada dan dikenal masih di situ-situ saja.

“Di era globalisasi ini tuntutan untuk kerjasama dan kolaborasi begitu tinggi. Tidak ada salahnya sekarang ini pendidikan berkolaborasi dengan dunia seni karena selama ini pendidikan dan seni berjalan sendiri-sendiri padahal ada sisi yang bisa dikolaborasikan dan ini bisa menjadi kebangkitan bagi keduanya.

Nah saya berharap Ini dapat real dan terealisasi. Pendidikan bisa diwarnai dengan kesenian dan kesenian dapat menjadi sumbangsih yang positif bagi pendidikan,” tukasnya.

Sekarang ini, kata Diyah, fun learning sangat dibutuhkan hingga tingkat perguruan tinggi. “Jadi ternyata fun learning juga dibutuhkan sampai dewasa,” imbuhnya.

Kedepan ia berencana memproduksi lagu yang diperuntukkan bagi orang dewasa dengan tema yang khas.

“Mungkin kedepan juga akan kita hadirkan lagu-lagu orang dewasa dengan ciri khas bertema. Satu album satu tema sehingga menjadi rangkaian pembelajaran dari satu album. Semoga ini jadi inovasi terbaru dunia musik kita,” pungkasnya.[REL/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *