BENTENG RAMADHAN, INTERAKSI AL QURAN DAN KURANGI SOSMED

Ustadz Subchansyah tausyiah malam pertama Shalat Taraweh pada Ramadhan 1439, di Masjid Khulafa Rasyidin, Ponpes Al Marhamah, Kota Bekasi, Rabu 16 Mei 2018.[RAD]

BEKASI, POSBEKASI.COM – Bulan suci Ramdhan merupakan bulan meraih amal ibadah sebagai bulan mulia untuk meraih maghfirah Allah SWT. Dan diperlukan membentengi jiwa selama menjalankan ibadah-ibadah dalam Ramadhan.

Di dalam sebuah hadist diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, “huwa saharun awwalahu rahmatun, wa aswatuhu maghfiratun, wa akhiruhu idhkum-minannaar”, artinya, “sepuluh hari pertama Ramadan membawa rahmat Ilahi, sepuluh hari kedua pengampunan segala dosa, dan sepuluh hari terakhir adalah pemahruman dari api neraka”.

Salah satu cara mendapatkan pahala dan amal ibadah yang lebih baik dari 11 bulan yang ada, maka hendaklah kita memperbanyak interaksi dengan Al Allah melalui shalat-shalat sunah seperti shalat taraweh dan shalat malam.

“Selain itu, perbanyak interaksi dengan membaca Al Quran. Dan disunnahkan untuk mengkhatamkan Al Quran,” kata Ustadz H.Subchansyah,ST, menyampaikan tausyiah malam pertama Shalat Taraweh pada Ramadhan 1439, di Masjid Khulafa Rasyidin, Yayasan Ponpes Al Marhamah, Kampung Cimuning Gondang, Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Rabu 16 Mei 2018.

Kemuliaan Al Quran yang diturunkan Allah SWT kepada Nubi Muhammad SAW di bulan Ramadhan inilah mengharuskan kita lebih mencintai Al Quran dengan membacanya.

“Sebagaimana pembelaan jutaan umat berkumpul di Monas yang dikenal dengan Aksi 212 ketika Al Quran dinistakan. Begitulah interaktif kita perbanyak pada bulan Ramadhan ini. Kepada orang yang membaca Al Quran akan mendapatkan safaat/pertolongan di akhir masa. Sahum dan membaca Al Quran merupakan dua amal yang menjadi pertolong di yaumul mahsyar ,” terang Ustadz.

KLIK : MUTIARA RAMADHAN NUR SUPRIYANTO: BENTUK LISAN SYUKUR

Pada bulan Ramadhan lanjut Pimpinan Ponpes Al Marhamah mengimbau, umat untuk mengurangi interaksi degann sosial media (sosmed). “Kalau tadi kita meningkatkan interaksi membaca Al Quran, untuk sosial media dikurangi dan interaksinya seperlunya saja hingga tidak mengganggu interaksi kita dengan Al Quran,” katanya.

Dimana kata Ustadz Subchansyah, dengan membaca satu ayat saja kita mendapat 10 kali lipat pahala dan kebaikan. “Tantangan dan cobaan Ramdhan di era saat ini memang semakin tinggi, karena itu bentengi dengan membaca Al Quran. Lebih bagus lagi dengan menghafal Al Quran,” katanya.

Benteng Ramadhan adalah membuat target dan capaian sebulan penuh Ramadahan yakni, mulai dengan ibadah membaca Al Quran, shalat taraweh, dan shalat malam serta beramal infaq sedekah.

“Target dan capaian Ramadhan khatam Al Quran menimal 1 kali selama bulan Ramadhan. Imam Syafi’i lebih giat lagi membaca Al Quran, dengan 60 kali khatam dalam satu bulan penuh Ramadhan. Artinya, Imam Syafi’i dua kali khatam dalam sehari,” ungkapnya.

Sedangkan benteng iman lainnya di bulan Ramadhan membuat target shalat taraweh upayakan penuh dalam satu bulan, meski tidak bisa settiap malamnya di masjid karena kesibukan dapat dilakukan di rumah.

“Selain itu, bentengi jiwa dengan shalat malam serta bersedekah yang sangat luar biasa faedahnya. Susah senang usahkan bersedekah, zakat, dan infaq, karena ini salah satu jalan keluar kesulitan yang kita hadapi terutama di Ramadhan. Sebagaimana Allah menolong hambanya atas orang-orang yang senang menolong saudaranya,” katanya.

“Dengan tercapainya target amal ibadah kita di bulan Ramadhan. Maka agenda Ramadhan kita Insya Allah mendapat kesempurnaan dari Allah. Capaian Ramadhan ini pula yang mengantarkan kita dalam kegembiraan di Hari Iudl Fitri,” tutup Ustadz Subchansyah.[HSB/POB1]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *