BENTENG RAMADHAN, EVALUASI IBADAH SAHUM DAN PERBANYAK DOA

Ustadz Subchansyah memberi tausyiah malam kedua Shalat Taraweh pada Ramadhan 1439, di Masjid Khulafa Rasyidin, Ponpes Al Marhamah, Kota Bekasi, Kamis Mei 2018.[RAD]

BEKASI, POSBEKASI.COM – Setelah lewati hari pertama Ramadhan, di malam kedua Shalat Taraweh sebaiknya melakukan evaluasi diri.

“Setelah berpuasa menahan lapar dan haus serta semua yang dilarang atau yang dapat membatalkan puasa, patut kita berbahagia setelah berbuka puasa,” kata Ustadz H.Subchansyah,ST, menyampaikan tausyiah malam kedua Shalat Taraweh pada Ramadhan 1439, di Masjid Khulafa Rasyidin, Yayasan Ponpes Al Marhamah, Kampung Cimuning Gondang, Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Kamis 17 Mei 2018.

Begitu juga lanjut Ustadz Subchansyah, hingga akhir Ramadhan kita terus melakukan evaluasi hingga dicatat Allah menjadi hamba yang diampuni dosanya.

“Bulan Ramadhan merupakan bulan AL Quran. Evaluasi target membaca Al Quran harus terus kita lakukan,” terangnya.

Di samping sahum dan mebaca Al Quran sambut Pimpinan Ponpes Al Marham ini, sedekah wajib maupun sunah terus pula dilakukan. “Pengorbanan sedekah kecil atau besar, bedanya hanya Allah yang tahu,” ungkapnya.

Yang terpenting lagi kata Ustadz Subchansyah, memanjatkan doa-doa di bulan Ramadhan merupakan kebaikan disisi Allah.

Sebagaimana dalam surah Al Baqarah ayat 183-187 tetang puasa, tapi di surah 186 disispkan ayat tentang pengabulan doa tiap hamba Allah.

Surat Al-Baqarah Ayat 186:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.

KLIK : BENTENG RAMADHAN, INTERAKSI AL QURAN DAN KURANGI SOSMED

“Surah 187 kembali masalah sahum. Disamping urutan puasa tadi ada doa (Al Bagarah 186), tiga doa yang tidak ditolak Allah yakni, doa orang berpuasa mustajab disisi Allah. Dan jangan melupakan doa uuntuk kedua orangtua. Doa untuk orangtua sehari 5 kali merupakan anak durhaka karena sangat sedikit sekali yang diberikan kepada kedua ornagtua yang telah mempertaruhkan seluruh jiwa raga dan harta bendanya maupun hati serta perasaan saat orangtua mendidik anaknya. Kenapa, seharusnya doakan kedua orangtua setiap saat ‘Allahumma firli waliwalidayya warhamduma kamarabbaya nishaghira’ – Yaa Allah ya Tuhan ku ampunilah dosa dosa kedua orang tua ku dan sayangilah mereka melebihi mereka menyayangi ku – harus melebihi dari 5 kali sehari atau sebanyak-banyaknya,” terang Ustadz Subchansyah.

Sama halnya seperti kita mendengar nama Nabi Muhammad SAW tetapi kita tidak bershalawat.  Rentetan ayat tadi, diselipkan keutamaan doa yang merupak inti dari ibadah shalat.

“Allah paling tidak senang kepada hambaNYA yang tidak pernah memanjatkan doa untuk meminta kepadaNYA, Padahal segala ketidak berdayakan kita hanya Allah yang dapat menyelesaikannya, karena itu semua makhluk tergantung pada Allah, maka memintalah dengan cara berdoa kepada Allah,” ucap Ustadz Subchansyah.[RAD/POB1]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *