RSUD Kota Bekasi Rayakan Hari Perawat Sedunia

Peserta Seminar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi memperingati Hari Perawat Sedunia.{IST]

BEKASI, POSBEKASI.COM – RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi mengadakan seminar dan workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) memperingati hari perawat sedunia (Nurse Day), Sabtu 12 Mei 2018.

Kegiatan meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien itu dilaksanakan di hall B gedung B RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid dengan tema “Penerapan Kewaspadaan Isolasi Dalam menghadapi PINERE”.

Ketua Komite PPIRS RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid dr.Anthony D.Tulak, Sp.P, FCCP yang membuka kegiatan ini menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk memahami Konsep HAIs, dan Kewaspadaan Isolasi secara umum, memahami Penyakit Infeksi New-Emerging & Re-Emerging Deasease (PINERE) secara umum dan untuk memahami Keselamatan dan Keamanan Petugas yang bertugas di pelayanan pasien dengan penyakit menular.

Di tempat yang sama Ns.Tia Atnawanty,S.Kep, sebagai pemandu kegiatan mengatakan peserta seminar dan workshop ini adalah pegawai RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid dengan sistem keterwakilan dari Perawat, Instalasi seperti Gizi, CSSD, Laundry, IPJ, Bank Darah, Lab, Medrek, dan lainnya dengan total 110 peserta.

KLIK : Hari TBC Sedunia, RSUD Cegah Penularan TBC

“Untuk seminar di kegiatan ini ada 3 narasumber pertama dr. Anthony D.Tulak, Sp.P, FCCP yang memberikan materi tentang Penyakit Infeksi dengan Transmisi Airborne, Penyakit Infeksi dengan Transmisi Droplet dan Kontak, lalu ada Ns. Gortap Sitohang, S.Kep dari RSCM memberikan materi tentang Kewaspadaan Transmisi Infeksi di Fasyankes Rumah Sakit, dan yang terakhir Handayani, S.Kp dari PT. One Med memberikan materi tentang Kewaspadaan Standar di Fasyankes Rumah Sakit, Konsep HAIs & Patien Safety, dan Pentingnya Program PPI di Rumah Sakit,”, katanya.

“Disamping seminar juga ada workshop Hand Hygiene dan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Lengkap yang dibawakan Ns.Rosmiati, S.Kep dan saya sendiri,” terangnya.

Lebih lanjut Tia menuturkan, setelah kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan angka infeksi di RS, meningkatkan kemampuan melaksanakan pencegahan dan pengendalian infeksi RS, meningkatkan kemampuan dalam menerapkan kewaspadaan isolasi di RS, meningkatkan kepuasan pasien dan masyarakat akan layanan yang bermutu.

“Dari kegiatan ini sedang kita proses akreditasi SKP (Satuan Kredit Profesi) PPNI untuk perawat, yang mana selama 5 tahun sekali seorang perawat harus mengumpulkan minimal 25 SKP untuk mendapatkan rekomendasi PPNI dalam memperpanjang STR atau SIPP (Surat Ijin Praktik Perawat),” pungkasnya.[REL/ISH]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *