Kasus Pepen “Hina 212”, Panglima Bela Islam 212 Serukan Umat Bekasi Bersatu Pilih Nomor 2

Munarman.[IST]

BEKASI, POSBEKASI.COM – Panglima Aksi Bela Islam 212, Munarman menyesalkan adanya pernyataan calon pemimpin daerah kota Bekasi yang menyatakan bahwa gerakan 212 adalah cara serakah menggulingkan kekuasaan dan tidak miliki mata hati.

Menurut Munarman, justru pernyataan orang tersebutlah yang sembrono, serakah dan tidak memiliki “mata hati”.

“Ketika pejabat dikritik, bukan berarti pihak-pihak lainnya (yang mengkritik) ingin jabatan dia juga. Tapi justru menunjukan pejabat publik ini tidak memiliki kemampuan, karakter-karakter kepemimpinan,” kata Munarman, Selasa (8/5/2018).

Munarman menjelaskan, dalam Islam sudah jelas pemimpin itu syaratnya sehat fisik, sehat pikiran. Sayarat penting lainnya yang paling utama adalah akidah dan akhlaknya benar.

“Maka jika dia bangga dengan kekafiran, bangga dengan kemaksiatan, bangga dengan pikiran sekularisme, maka dia tidak cocok memimpin orang Islam/mukmin,” tegasnya.

KLIK : Sebut 212 Politik Serakah, Pepen Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Oleh karena itu ia pun, seperti Habib Rizieq yang menitipkan kota Bekasi kepada Nur Supriyanto, ia pun menyerukan agar masyarakat kota Bekasi cermat memilih pemimpin, harus menitipkan amanah kepada calon pemimpin yang baik.

“Ayo umat Islam Bekasi bersatu. harus pilih nomor 2!” serunya.

Adapun kronologi kasus dugaan pelecehan gerakan 212 ini berawal dari pidato calon walikota Bekasi nomor urut 1, Rahmat Effendi saat mengukuhkan Pengurus AMPG Kota Bekasi pada tanggal 8 Februari 2018.

“Contohnya adalah gerakan 212  itu bukan seni namanya, itu politik serakah,” tutur Rahmat Effendi kala itu seperti tertera dalam kutipan pernyataan salah satu media online kota Bekasi.

Meskipun akhirnya pernyataan kontroversi tersebut menghilang, namun jejak digitalnya sempat diabadikan.

Sumber: bekasimedia.com

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *