Kapolsek Taruma Jaya Mediasi Warga Protes ke PDAM Akibat Aliran Air Mandek Tiga Bulan

Kapolsek Taruma Jaya AKP Agus Rohmat melakukan mediasi protes warga yang mendatangi Kantor PDAM Tirta Bhagasasi Cabang Taruma Jaya, Kampung Bojong, Senin 7 Mei 2018.[JAL]

TARUMAJAYA, POSBEKASI.COM – Kapolsek Taruma Jaya, Polres Metro Bekasi, AKP Agus Rohmat,SH, melakukan mediasi warga yang memprotes putusnya aliran air PDAM selama tiga bulan di Kantor PDAM Tirta Bhagasasi Cabang Taruma Jaya, Kampung Bojong, Desa Pantai Makmur, Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Senin 7 Mei 2018.

Didampingi beberapa personel, AKP Agus Rohmat menghimbau warga tidak melakukan aksi anarkis saat memprotes mandeknya aliran air.

“Selain kita himbau tidak bertindak anarkis, juga kita sampaikan pemahaman dan meminta kesabaran warga untuk memberi kesempatan pada pihak PDAM memperbaiki kebocoran pipa. Mulai hari ini dilakukan perbaikan, jadi warga kita minta bersabar,” kata AKP Agus Rohmat saat memimpin langsung pengamanan aksi warga yang memprotes macetnya aliran air selama tiga bulan terkahir ini.

Untuk menenangkan warga, Kapolsek tampak melakukan mediasi dengan menemui langsung Kepala PDAM Tirta Bhagasasi Cabang Taruma Jaya, Jujali Sulaiman, guna mengetauhi permasalahan atau kendala yang terjadi hingga terjadi protes warga.

KLIK : Kapolsek Taruma Jaya Gerebek Arena Sabung Ayam di Tengah Sawah, 10 Pelaku dan 7 Ekor Ayam Diamankan

“Pihak PDAM menyatakan bertanggung jawab atas permasalahan yang terjadi, dan saat ini tengah berupaya melakukan perbaikan pada pipa yang bocor di Griya Citra Swarna 2, Blok. A, B, C, dan Griya Segara Jaya Residence Kampung Kelapa,” terang AKP Agus Rohmat.

Dari keterangan pihak PDAM lanjut mantan Kapolsek Setu itu, beberapa kendala yang terjadi sehingga aliran air PDAM tersendat di antaranya, kiriman dari PDAM Pondok Ungu Kota Bekasi hanya 50 liter perdetik.

“Sedangkan kebutuhan 200 liter perdetik. Selain itu, ada kendala pada boster/mesin pendorong sehingga aliran air berjalan lambat, adanya kebocoran pipa yang disebabkan proyek pengerukan tanah pihak HDP,” ungkapnya.

Mendapat penjelasan dari Kapolsek, warga yang memprotes tersebut dapat memahami dan akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Sebelumnya, Kapolsek menyatakan PDAM sudah melakukan komplain terhadap pihak HDP, dan HDP berjanji segera melakukan perbaikan pada pipa yang bocor hingga menyebabkan tersendatnya aliran air PDAM ke rumah warga.

“Kita apresiasi warga yang melakukan protes dengan tertib dan menjaga situasi tetap kondusif. Warga juga memaklumi apa yang terjad saat ini, dan warga penuh kesabaran menunggu perbaikan yang dilakukan PDAM dan HDP. Tentu saja kita harapkan perbaikan tersebut berjalan lancar dan segera diselesaikan agar aliran air kembali normal ke pelanggan atau rumah warga,” ujarnya.[JAL/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.