Sopir Angkot K25 Terkapar Dianiaya di Jalan Siliwangi

Anggota Polisi saat melihat kondisi Simon Pangaribuan kritis akibat dianiaya di Jalan Siliwangi, menjalani perawatan di RS Elisabeth, Selasa 17 April 2018 dinihari .[IST]

BEKASI, POSBEKASI.COM – Sopir angkotan kota (angkot) K25, Simon Pangaribuan,32 tahun, terkapar tak sadarkan diri di belakang angkot yang dibawanya akibat berantem di Jalan Siliwangi Perempatan Rawa Panjang RT01/03, Kelurahan Sepanjang Jaya, Rawa Lumbu, Kota Bekasi, pada Selasa 17 April 2018 dinihari pukul 00:30.

Korban yang pertama kali ditemukan saksi Roby Perdana Simanjuntak,21 tahun, warga Jalan Dewi Sartika, Margahayu, Bekasi Timur, yang juga berprofesi sopir angkot tersebut menduga Simon menjadi korban tabrak lari.

Roby kemudian menghubungi Ranto Anton Sibarani,45 tahun, warga Perum Wahana, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pemilik angkot K25 Nopol B 2227 LY yang disopiri korban.

KLIK : Cek Cok Soal Hutang, Sopir Angkut Ditusuk di Lapo Tuak

“Kondisi korban kritis, korban dilarikan ke RS Elisabeth. Petugas yang mendapat laporan tersebut langsung menuju TKP dan ke RS Elisabeth guna melakukan olah TKP dan menyelidiki kasus tersebut,” kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari kepada posbekasi.com, Selasa 17 April 2018.

Menurut Kompol Erna, dari keterangan saksi Roby yang saat itu berada di pangkalan angkot  K 25 di Pertigaan Setiakawan didatangi temannya memberitahukan melihat korban terkapar di jalan karena tabrak lari di Rawa Panjang.

“Setelah mendapat informasi itu, saksi bersama orang yang memberitahu menuju lokasi tempat korban tabrak lari. Di TKP didapati korban sudah terlentang dibelakang mobil yang dibawa korban, setelah saksi menghubungi pemilik angkot yang dikemudikan korban, saksi bersama sama teman sopir K25 lainnya membawa korban ke RS Elisabeth,” terang Kompol Erna.

KLIK : Sopir Angkot Baku Hantam Dengan Ojek Online

Sedangkan pemilik angkot Ranto menyatakan korban baru empat hari membawa angkotnya itu ternyata bukan korban tabrak lari melinkan akibat berantam.

“Kasusnya sedang kita tangani dan mencari pelaku yang menganiaya korban. Kita belum dapatkan keterangan korban karena masih kritis. Petugas juga sudah membuat visum et refertum guna penyelidikan lanjut,” tambah Kompol Erna.[ISH/POB5]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *