CBA dan KAKI Publik Bongkar “Kuncian” Tiga Lelang Mega Proyek Pemko Bekasi

CBA dan KAKI Publik melaporkan tiga lelang proyek Pemko Bekasi ke Kejari Kota Bekasi, Senin 16 April 2018.[IST]

BEKASI, POSBEKASI.COM – Tiga lelang mega proyek “dikunci” Pemerintah Kota Bekasi untuk memuluskan perusahaan tertentu mendapatkan proyek ratusan milyar.

Hal ini diungkap Center for Budget Analysis (CBA) dan Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik (KAKI Publik) yang melaporkan kasus mega proyek tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, Senin 16 April 2018.

Menemukan adanya indikasi kecurangan dalam lelang tiga proyek yang sedang dilaksanakan oleh kelompok jasa bagian Fasilitas Pengadaan Barang Jasa Sekretariat Daerah Kota Bekasi tahun anggaran 2018.

Dalam keterangan pers yang disampaikan Koordinator Investigasi CBA Jajang Nurjaman dan Direktur KAKI Publik Adri Zulfianto, membongkar ketiga proyek yang dilelang itu adalah pembangunan Flyover Cipendawa, pembangunan Flyover Rawa Panjang dan pembangunan jembatan di atas tol Caman dan penataan Simpang Caman.

Temuan pertama CBA dan KAKI Publik itu adalah, 3 proyek di bawah tanggung jawab kelompok kerja B Barang/Jasa Bagian Fasilitasi Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Bekasi Tahun Anggaran 2018. Berikut rinciannya:

Pembangunan Flyover Cipendawa (Bantuan DKI/Kemitraan/Luncuran). Untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar  Rp721.772.000. Untuk konstruksi sebesar Rp91.819.350.000. Pemenang PT. Modern Widya Tehnical Graha Multi Modern beralamat di Jl. Cikini Raya No. 44 – Jakarta Pusat.

KLIK : Polisi “Tak Berdaya” Tuntaskan 3 Kasus Korupsi di Bekasi

Pembangunan Flyover Rawa Panjang (Bantuan DKI/Kemitraan/Luncuran) untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar Rp721.772.000. Untuk konstruksi sebesar Rp78.051.670.000. Pemenang PT.Intan Cipta Perdana beralamat di Gedung Graha Mustika Ratu Lt.5-505 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.74-75 – Jakarta Selatan.

Pembangunan Flyover Rawa Panjang (Bantuan DKI/Kemitraan/Luncuran). Untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar Rp651.766.000. Sedangkan untuk konstruksi  sebesar Rp25.219.500.000. Pemenang PT.Putra Nanggroe Aceh beralamat di Gampong Dayah Baro Kec. Krueng Sabee – Aceh Jaya, kabupaten Aceh.

“Secara keseluruhan ketiga proyek di atas, untuk (jasa konsultansu dan konstruksi) dari anggaran yang disiapkan sebesar Rp211.441.025.000. Anggaran yang dihabiskan sebesar Rp197.185.830.000,” kata Jajang.

CBA lanjut Jajang, menemukan kejanggalan dalam proses lelang 3 proyek di atas, pertama ada dugaan lelang tidak normal. Terindikasi dugaan pengaturan yang terlihat dari persyaratan kualifikasi guna memenangkan perusahaan tertentu.

KLIK : Jabar Cegah Korupsi Pengadaan Barang Jasa

“Hal ini sama saja Pemko Bekasi “mengunci” dalam persyaratan agar perusahaan tertentu memenangkan lelang,” katanya.

Kuncian tersebut jelas Jajang, adalah bagi perusahaan yang tidak menyampaikan pengalaman pengadaan dan pemasangan gelagar pracetak panjang minimal 40 – 50 m selama kurun waktu 10 tahun terakhir, maka dinyatakan gugur”.

“Untuk saat ini pihak Pemko Bekasi sudah menetapkan pemenang 3 proyek di atas, dalam proses lelang sendiri CBA menemukan kejanggalan lain. Dimana perusahaan yang menang nilai kontraknya sangat tidak wajar (terlalu mahal), sedangkan perusahaan dengan tawaran harga murah justru digugurkan,” ungkapnya.

Misalnya kata Jajang, dalam proyek pembangunan Flyover Cipendawa dimenangkan oleh PT. Modern Widya Tehnical Graha Multi Modern dengan tawaran sebesar Rp91.819.350.000. Padahal ada tawaran yang lebih ekonomis senilai Rp83.076.401.000 dari PT.Multi Structure, yang selisihnya cukup besar yakni, Rp8,7 miliar.

“Bahkan untuk ketiga proyek di atas, CBA menghitung ada potensi kebocoran anggaran sebesar Rp30,2 miliar. Hal ini disebabkan nilai proyek yang disepakati Pemko Bekasi dengan pemenang proyek amat mahal, dan mengesampingkan tawaran yang lebih ekonomis,” terangnya.

Temuan kedua sambung Jajang, proyek Jasa Konsultansi Perencanaan teknis yang dimenangkan oleh satu perusahaan yang sama yakni PT.Nusantara Citra Konsultan beralamat di Jalan Purwakarta 39, Antapani, Kota Bandung.

KLIK : Ini Bukti Baru Korupsi Jembatan Bagedor

“Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan. Dengan rincian, Jasa Konsultansi Perencanaan Teknis Lanjutan Rehabilitasi Lembaga Pemasyarakatan Bulak Kapal Bekasi Tahun Anggaran 2017, dana yang dihabiskan sebesar Rp1.794.732.500,” paparnya.

Sedangkan Perencanaan DED Pembangunan Gedung Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun Anggaran 2016, dana yang dihabiskan sebesar Rp227.000.000. Perencanaan DED Pembangunan Gedung Teknis Bersama 8 Lantai Tahun Anggaran 2016, dana yang dihabiskan sebesar Rp650.000.000.

PT.Nusantara Citra Konsultan selain menjalankan 3 proyek di atas, juga menjalankan 7 Proyek sejenis sejak tahun 2012 sampai 2017 berarti total ada 9 proyek jasa konsultansi perencanaan. Total anggaran yang dihabiskan secara keseluruhan sebesar Rp5.735.284.500.

Adapun temuan CBA kata Jajang, dalam proyek ini pekerjaan proyek perencanaan yang berbentuk dokumen perencanaan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ada dugaan proyek tersebut tidak dikerjakan melainkan copy paste dokumen perencanaan.

“Selain itu selalu dimenangkannya PT.Nusantara Citra Konsultan dalam proses lelang sangat janggal, padahal terdapat perusahaan yang menawarkan harga lebih murah namun digugurkan oleh pihak Pemko Bekasi,” pungkasnya.[REL/ISH/POB4]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *