Polisi Kantongi Identitas Wanita Penampar Operator SPBU Harapan Indah

Rekaman CCTV terlihat Satpam SPBU Harapan Indah tengah melerai wanita yang menampar operator SPBU, Selasa 3 April 2018.[IST]

TARUMAJAYA, POSBEKASI.COM – Kapolsek Taruma Jaya AKP Agus Rohmat,SH, mendatangi SPBU tempat seorang petugas pengisi bahan bakar minyak yang ditampar seorang wanita pada Selasa 3 April 2018, pukul 17:30.

Pelapor merupakan korban penamparan Mohammad Iqbal Maulana, 19 tahun, wara Jalan KH.Muktar Tabrani, Kali Abang Nangka, RT04/01, Kelurahan Perwira Bekasi Utara, Kota Bekasi, merupakan operator SPBU 3417205 Sentra Niaga 6 Blok SN6/8 Harapan Indah, Desa Pusaka Rakyat, Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi.

“Korban pelapor dna tiga saksi sudah kita dengar keterangannya. Dari informasi, pelaku yang merupakan seorang wanita tidak jauh dari TKP (SPBU) tempat korban bekerja karena pelaku sering mengisi BBM di SPBU tersebut,” kata AKP Agus Rohmat kepada posbekasi.com, Ahad 15 April 2018.

Dikatakan AKP Agus Rohmat, dari pakain sehari-hari yang dikenakan wanita tersebut setiap mengisi BBM menunjukan bukan orang jauh. “Kita sudah mendapat informasi terkait identitas pelaku, saat ini sedang kita dalami lagi,” ungkapnya.

KLIK : Lima Pelaku Perampok SPBU Cibening Diserahkan ke Kejari

Sebelumnya, Kapolsek bersama Kasi Humas dan Bhabinkamtibmas Desa Pusaka Rakyat telah mengunjungi SPBU tersebut pada Senin 9 April 2018 pukul 14:30 .

“Kita datang ke SPBU itu terkait adanya berita di media sosial dan video tentang petugas SPBU ditampar empat kali oleh ibu-ibu yang engan antri saat mengisi BBM,” terangnya.

Menurut AKP Agus Rohmat, kronologis sementara peristiwa penamparan tersebut berawal pada Selasa 3 April 2018 pukul 17:30, Mohammad Iqbal Maulana sebagai operator SPBU 3417205 di mesin pompa Pertamax 8 sedang melayani konsumen.

Seperti terekam CCTV SPBU tersebut, hingga video tersebut viral untuk mencari nama dan alamat pelaku penamparan tersebut.

Pada saat itu sedang ramai, kenderaan antri mengisi BBM kemudian datang pengendara motor Honda Revo Nopol tidak tercatat yang dikendarai seorang ibu yang belum dikenal identitasnya diprakirakan berusia sekitar 40 tahun, berboncengan seorang laki-laki berusia sekitar 20 tahun, hendak mengisi Pertamax.

KLIK : Sopir Truk Tangki Tewas Usai Tabrak Ertiga

Wanita tersebut tidak melalui antrian jalur sepeda motor tapi menggunakan jalur mobil dan minta didahulukan. Karena antrian motor panjang, Iqbal tidak mau mengisi dan menyarakan agar mengikuti antrian motor.

Bukannya, mengikuti saran Iqbal, ibu tersebut malah emosi dan memaki-maki Iqbal. Kemudian rekan Iqbal, Dadan datang untuk mereda emosi ibu tersebut dan mengisikan motornya.

Sesaat itu ibu tersebut langsung meninggalkan SPBU tapi berselang tidak lama ibu tersebut kembali sambil memaki dan menampar sebanyak 4 kali ke bagian pipi sebelah kiri Iqbal. Oleh Satpam SPBU, Haris kemudian melerai dan ibu tersebut pergi meninggalkan SPBU.

Korban yang menunggu beberapa hari tidak membuat laporan ke polisi karena menunggu itikad baik dari pihak ibu tersebut untuk datang meminta maaf, namun sampai waktu yang ditunggu-tunggu ibu tersebut tidak kunjung datang ke SPBU untuk meminta maaf kepada Iqbal.

“Karena ibu tersebut tidak datang, akhirnya korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek Taruma Jaya, saat ini tengah kita dalami. Tunggu sampai kita ketauhi kepastian idnetitas ibu tersebut, akan kita pangil untuk dimintai keterangannya. Tunggu saja ya, nanti kita dalami dulu,” kata AKP Agus Rohmat.[JAL/POB5]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *