Nur Supriyanto: Tenaga Kerja yang Tak Bisa Bahasa Betawi Balikan ke Negaranya

Calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto menndatangani kontrak politik dengan buruh di Kantor Sekretariat FSBDSI Kota Bekasi, Sabtu 14 April 2018.[IST]

BEKASI, POSBEKASI.COM – Pasangan calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto – Adhy Firdaus yang mendapt mandat dari berbagai elemen buruh Kota Bekasi untuk mensejahterkan dan berjanji akan memanusiakan manusia.

“Kesejahtreaan itu identik dengan manusia, karena itu manusia harus dimanusiakan dengan baik termasuk buruh yang memiliki andil besar menopang perekonomian harus menjadi perhatian pemerintah,” kata Nur Supriyanto saat penandatanganan kontrak politik dengan Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) Kota Bekasi, di Kantor Sekretariat FSBDSI Kota Bekasi, Jalan Cipendawa Lama, Rawa Lumbu, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Sabtu 14 April 2018.

Siapapun dia lanjut Nur Supriyanto, pemimpin wajib memberikan kesejahteraan pada semua lapisan rakyatnya tanpa terkecuali.

“Kalau Kang Aher (Gubernur Jabar Ahmad Heryawan) bilangnya memanusiakan manusia,” kutip Nur Supriyanto disambut yel-yel para pengurus dan lebih seratus anggota FSBDSI yang hadir pada kontrak politik tersebut.

KLIK : Batik FSBDSI Simbol Komitmen Buruh Pilih Nur – Firdaus Jalankan Tiga Amanat Ini

Bicara masalah UMR (upah minimum regional) baik UMR kota/kabupaten maupun UMP (upah minimum provinsi) tiada habisnya, namun semua harus bermuara pada kesejahteraan buruh.

Apalagi Presiden Joko Widodo kata mantan Wakil Ketua DPRD Jabar ini, sudah membuka akses seluas-luasnya untuk tenaga kerja asing.

“Siap-siap demo kayaknya FSBDSI. Misalnya, datang (tenaga kerja) harus bisa bahasa Betawi, kalau enggak bisa balikin lagi ke negaranya,” kata Nur Supriyanto menyindir banyaknya buruh atau tenaga kerja asing yang membanjiri Indonesia khususnya di Jabar tidak bisa berbahasa Indonesia.

Nur Supriyanto berharap, bila ada persoalan para buruh diminta untuk terus membuka komunikasi dengan dirinya terutama menyangkut hajat hidup buruh sehingga bisa didiskusikan untuk ditangani dan dicarikan solusinya.

“Misal, kemarin saya dialog di Bekasi Utara, mereka minta harus ada Pengadilan Industrial (PI) karena yang sekarang hanya ada di Bandung. Memang itu bukan kewenangan kabupaten/kota tapi kita harus bersama-sama mewujudkannya. Sekarang ini tiga daerah yakni, Karawang, Bekasi, dan Purwakarta, masuk zona ekonomi internasional,” terangnya.

Dikatakannya, ketiga daerah di Jabar itu menyerap banyak tenaga kerja. “Saya rasa masuk akal bila dibuat PI di sini (Kota Bekasi). Tentu kerja sama itu harus kita bangun karena saya juga punya kepentingan sendiri yaitu kenyamanan untuk investor,” katanya.

KLIK : Dukung Nur – Fidaus, Muhammadyah Minta Jalankan Amanah Warga Kota Bekasi

Lebih kanjut dikatakannya, menjadi walikota tentu saja akan membantu investor tapi tidak menyampingkan hak-hak buruh.

“Bukan berarti berpihak kepada investor tetapi sebagai penyeimbang. Hari ini mengapa investasi itu lambat, karena tidak ada kepastian. Apalagi izin usaha, lama benar. Ini enggak bagus bagi Kota Bekasi. Kita bantu investor dengan memberi jaminan dan buruh juga harus sejahtera,” ucap Nur Supriyanto disambut tepuk tangan para peserta kontrak politik tersebut.

Ke depan lanjut Nur Supriyanto, perlu perbaikan sistem dan birokrasi yang mudah dan transparansi hingga semua lapisan masyarakat dapat mengetauhinya mana yang pro rakyat atau mana yang pro investor.

“Apalagi berkaitan dengan buruh. Oleh karena itu tolong bantu saya. Bila anda komitmen membantu saya, sebagai muslim saya Insya Allah akan membantu anda semua dengan perjuangan kita bersama untuk memajukan Kota Bekasi dan mensejahterakan semua masyarakatnya,” tegasnya.

Penandatanganan kontrak politik itu akan dilaksanakan Nur – Firdaus bila terpilih sebagai pemimpin Kota Bekasi periode 2018-2023 menjalankan tiga amanat yang diminta FSBDSI yakni, pertama membantu proses hukum, kedua membantu menyediakan lapangan pekerjaan bagi FSBDSI yang putus kerja, dan ketiga memberikan dana hibah.

Sebelumnya, Nur Supriyanto diberi dan dipakaikan batik bermotif kembang FSBDSI oleh pengurus FSBDSI Kota Bekasi sebagai bentuk komitemen dan simbol buruh memilih Nur-Firdaus pemimpin baru menjadi Walikota dan Wakil Walikota periode 2018-2023.[IMA/POB1]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.