Batik FSBDSI Simbol Komitmen Buruh Pilih Nur – Firdaus Jalankan Tiga Amanat Ini

Pengurus FSBDSI memakaikan batik bermotif kembang FSBDSI kepada Nur Supriyanto sebagai simbol dan bentuk komitemen buruh memilih Nur-Firdaus, di Kantor Sekretariat FSBDSI Kota Bekasi, Sabtu 14 April 2018. [IST]

BEKASI, POSBEKASI.COM – Elemen buruh Kota Bekasi kembali meminta pasangan calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto – Adhy Firdaus menandatangani kontrak politik untuk menjalankan tiga komitmen amanat kaum buruh.

Kali ini, penandatanganan kontrak politik datang dari Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) Kota Bekasi dilaksanakan di Kantor Sekretariat FSBDSI Kota Bekasi, Jalan Cipendawa Lama, Rawa Lumbu, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Sabtu 14 April 2018.

Penandatanganan kontrak politik itu akan dilaksanakan Nur – Firdaus bila terpilih sebagai pemimpin Kota Bekasi menjalankan tiga amanat yang diminta FSBDSI yakni, pertama membantu proses hukum, kedua membantu menyediakan lapangan pekerjaan bagi FSBDSI yang putus kerja, dan ketiga memberikan dana hibah.

KLIK : Serikat Pekerja Nasional: “Nur-Firdaus Pemimpin Baru Peduli Nasib Buruh”

Pada kesempatan tersebut Nur Supriyanto mengatakan saat menjadi anggota DPRD dirinya kerab berhadapan dengan kaum buruh.

“Minimal setahun dua kali saya berhadapan dengan buruh. Saya terbiasa dengan kawan-kawan  (buruh), pada tiap bulan Mei dan Desember saya selalu berhadapan dengan kawan-kawan. Saya sangat senang sekali, karena saya bisa mendapatkan masukan yang berharga terutama tentang UMR (upah minimum regional) baik UMR kota/kabupaten maupun UMP (upah minimum provinsi) setiap tahun kita perjuangan bersama,” terang Nur Supriyanto.

KLIK : Ini Kontrak Politik Buruh Menangkan Nur-Firdaus dan Sudrajat-Syaikhu

Diakuinya, ada perbedaan UMP yang sering kali prosesnya begitu mudah dibandingkan UMR kabupten/kota.

“Tapi UMP kota/kabpaten lama sekali beda dengan UMP. Karena UMR kota/kabupaten sering tarik ulur antara Pemda dengan pengusaha setempat. Disini kita harus jeli memperjuangkan nasib kaum buruh dan saya berharap para buruh juga memperhatikan kewajibannya agar bisa sinergi dengan pengusaha tempat bekerja masing-masing,” ungkapnya.

Dikatakan penyandang master management ini persoalan buruh bukan hanya masalah daerah atau nasional tapi juga persoalan internasional.

KLIK : Buruh Bekasi Komitmen Menangkan Nur-Firdaus

“Perjuangan buruh di negara manapun sama yakni, bagaimana untuk mensejahterakan buruh. Sejak jadi wakil rakyat saya tidak memiliki kepentingan apa-apa dalam memperjuangkan nasib buruh. Yang terpenting bagi saya, semakin buruh sejahtera semakin baik pula negara. Tujuan pemerintah, adalah mensejahterakan semua rakyatnya tak terkecuali buruh,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Supriyanto diberi dan dipakaikan batik bermotif kembang FSBDSI oleh pengurus FSBDSI Kota Bekasi sebagai bentuk komitemen dan simbol buruh memilih Nur-Firdaus pemimpin baru menjadi Walikota dan Wakil Walikota periode 2018-2023.[IMA/POB1]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *