Bandara Kertajati Akan Layani Mudik dan Haji

Pesawat jenis Beechcratf King Air B350- i milik Kemenhub melakukan pencaratan pertama di Bandara Kertajati, Kamis 29 Maret 2018.‎ [IST]

posBEKASI.com, MAJALENGKA – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan kesiapan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, bisa melayani masyarakat untuk mudik dan penerbangan haji pada pertengahan tahun 2018.

Kepastian itu disampaikan usai meninjau kesiapan langsung proyek bandara, baik dari sisi darat dan udara.

Budi mengatakan dengan progres secara keseluruhan yang sudah menyentuh 92 persen per 1 April, pembangunan akan rampung pada awal Mei 2018 mendatang. Untuk kemudian di bulan yang sama, bandara ini bisa segera digelar soft launching dan grand launching pada Juni nanti.

“Progres ini sudah mencapai 92 persen. Kami sudah koordinasikan dengan Dirjen Perhubungan selesai bulan Mei dan soft opening kita ingin buka diminggu ketiga Mei. Dan mudik lebaran kita upayakan nanti bisa kita lakukan grand opening juga,” kata Budi dalam kunjungan kerjanya, Rabu 4 April 2018.

“Kita ingin undang Presiden (Joko Widodo) untuk bisa lakukan grand opening. Karena ada beberapa nilai yang dibanggakan dari segi pendanaan, kecepatan pengerjaan,” lanjut Budi.

KLIK : Abdul Halim Diusulkan jadi Nama Bandara Kertajati

Dia menyebut diawal pengoperasian khususnya mudik nanti Bandara Kertajati ini bisa melayani penerbangan domestik di lima kota, yaitu: Medan, Surabaya, Bali, Makasara dan Balikpapan atau Samarinda. Sedangkan untuk haji dimana kloter pertama akan terbang pada 15 Juli akan dilayani juga dari bandara ini. Minimal tujuh penerbangan yang akan mengangkut dari dua daerah di Jawa Barat.

“Akan ada tujuh fligt, minimal mencakup dua kabupaten di Jawa Barat yakni Majalengka dan Sumedang,” imbuhnya.

Dia menuturkan untuk merealisasikan hal tersebut pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan maskapai Garuda Indonesia. Pesawat Airbus 330 dipersiapkan untuk melayani para calon jamaah haji asal Jawa Barat ini. “Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” jelasnya.

Sebelum benar-benar melayani penerbangan komersil Menhub sendiri berpesan pada operator bandara yakni AP II. Pertama, dia meminta operator bisa menempatkan para pekerja yang profesional. Selanjutnya, ujicoba penerbangan yang bisa terus dilakukan sebelum benar-benar melayani penerbangan komersil. Terakhir, operator harus bisa mempersiapkan juga teknologi yang saling integrasi. Misalnya, sistem tiketing dan bagasi harus bisa diberikan perhatian khusus.

Direktur BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, setelah 24 Mei, bandara tersebut memang sudah bisa melayani penerbangan secara reguler. Artinya, penerbangan komersil baik itu untuk mudik dan haji bisa dilakukan dari bandara yang memiliki identitas burung merak tersebut.[REL/DIN/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *