Kapolres Ini Antar Jenazah Bayi yang Dianiya Ibu Kandungnya

Kapolres Karawang menggendong dan mengantar langsung jenazah bayi yang dianiay ibu kandungnya ke rumah duka, Ahad 25 Maret 2018.[IST]

posBEKASI.com, KARAWANG – Kejadian begitu memilukan terjadi hari ini, Ahad 25 Maret 2018, pukul 09:56, bayi kecil Calista dipanggil kehadapan Allah SWT.

Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan yang mendengar kabar tersebut langsung berinisiatif mengantarkan jenazah almarhumah ke rumah duka.

“Tadi kami antar jenazah sekitar pukul 10.30 wib. Kami antar dengan gunakan kendaraan dinas dari RSUD Karawang ke rumah duka di jalan Jatirasa barat kelurahan Karangpawitan. Kami jajaran Polres sudah responsif dalam proses penegakan hukum, Hukum adalah ultimum remidium, menjadi alternatif terakhir dalam penanganan permasalahan di masyarakat,” kata Kapolres, Ahad 25 Maret 2018.

Dikatakannya, penyidik tengah mendalami kasus penganiayaan yang dialami Ibunda Calista sangat kompleks, dari mulai rumah tangga, proses kehamilan Calista, tekanan ekonomi dan kesehariannya.

Hal tersebut yang mengakibatkan emosi yang tidak terkendali yang dilampiaskan ke pada Calista.

“Bisa dibayangkan, dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu, kehilangan anaknya dan harus menjalani proses hukum sampai meringkuk dibalik Jeruji. Saya berpikir hal tersebut tidak akan menyelesaikan akar masalah dalam kehidupan keluarga Ibu Sinta,” katanya.

Kejadian ini menjadi pembelajaran kita semua. “Kami masih menimbang bersama Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana apakah akan melanjutkan kasus ini, dikarenakan Ibu ini mengalami shock karena ditinggal sang buah hati,” kata Kapolres.

Kapolres mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungannya, mau saling membantu sehingga permasalahan seperti Calista tidak lagi terjadi di Karawang. Saat ini, kita tidak mau tahu dengan kondisi tetangga kita, tetapi saat terjadi masalah semua memberikan label negatif bahkan menghujat.

“Berkaitan dengan permasalahan Ibunda Calista, saya ingin membuat terobosan hukum bahwa kita selesaikan akar masalah Ibu Sinta sehingga bisa kembali melanjutkan kehidupan dengan satu putri yang telah berumur 6 tahun,” terangnya.[DIN/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *