IPW Imbau Warga Bekasi Tak Gubris Ganjil Genap dan Minta Polri Tak Jadi Algojo Menhub

Ketua Presidium IPW Neta S Pane.[IST]

posBEKASI.com, BEKASI – Korps Polisi Lalulintas Polri diimbau tidak melakukan penilangan terhadap pengendara yang hendak masuk tol Bekasi Barat dan Timur saat sistem Ganjil Genap diterapkan Menteri Perhubungan di Tol Cikampek Jakarta mulai Senin 12 Maret 2018.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, menekankan Polantas Polri harus profesional, independen dan proporsional serta tidak ikut-ikutan diskriminatif.

“Polantas Polri jangan mau diperalat oleh Menteri Perhubungan (Munhub) maupun Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) untuk berhadap-hadapan dengan masyarakat. Polri bukan “algojo” Menhub maupun BPJT,” tegas Neta dalam keterangan resminya yang disampaikan pada posbekasi.com, Sabtu 10 Maret 2018.

Dikatakannya, Polri adalah pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat. Artinya, jika ada institusi atau pejabat yang bersikap diskriminatif dalam menerapkan peraturan, seperti Menhub dan BPJT.

“Polri harus bisa mengingatkannya dan menyadarkannya dan bukan malah ikut-ikutan bersikap diskriminatif terhadap masyarakat,” ucapnya.

Dalam melakukan penegakan hukum lanjut Neta, Polri harus mengacu pada prinsif bahwa semua orang mempunyai martabat dan hak yang sama. Polri harus mampu menjaga kesetaraan dalam hak dan kebebasan tanpa membedabedakan, yang melintas di Jalan Tol Cikampek itu orang Bekasi atau bukan.

“Sehingga Polri akan senantiasa memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman setara bagi semua anggota masyarakat, terutama pengguna Jalan Tol Cikampek,” tambahnya.

Untuk itu Neta mengimbau, sebaiknya Menhub dan pejabat BPJT tidak sekadar dari balik meja membuat peraturan untuk pelintas Jalan Tol Cikampek tapi mau turun langsung ke lapangan, baik pagi hari, siang, sore maupun malam hari.

Sehingga para pejabat itu dapat merasakan dan memahami seperti apa “neraka” macet Tol Cikampek.

“Jangan sampai akibat ketidakbecusan pejabat BPJT dalam merekayasa lalulintas, Menhub lalu bersikap sok tahu dan mengambil jalan pintas yang menimbulkan diskriminasi, kemudian memperalat Polri untuk menilang pengendara yang hendak masuk tol Bekasi Barat dan Timur,” katanya.

Kepada warga Bekasi dan Pemko Bekasi, IPW meminta tidak menggubris kebijakan yang diskriminatif tersebut, tapi segera melakukan perlawanan terhadap kebijakan Menhub maupun BPJT.

“Kecuali, kebijakan itu setara dan sistem Ganjil Genap diterapkan untuk semua jalur Tol Cikampek, warga Bekasi harus patuh dan mendukung kebijakan tersebut,” katanya.[ISH/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *