Komisi IV DPRD Jabar Gelar Rakor Pasca Kecelakaan Tanjakan Aman

Ketua Komisi IV DPRD Jabar Ali Hasan pimpin Rakor dengan Dinas Perhubungan dan Bina Marga Jabar, Senin 19 Februari 2018.[IST]

POSBEKASI.COM, BANDUNG – Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Kerja bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat terkait hasil evaluasi dan tindak lanjut atas tragedi kecelakaan maut Tanjakan Aman, Kabupaten Subang, bertempat di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Jabar, Senin 19 Februari 2018.

Beberapa opsi terkait langkah-langkah penanggulangan pasca terjadinya kejadian kecelakaan maut tersebut dibahas dalam pertemuan tersebut. Diantaranya rencana pembangunan Jalur Lingakar Subang dan beberapa fasilitas lalu lintas pendukung lainnya.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat Guntoro menjelaskan, bahwa hingga sampai saat ini pihaknya telah mempersiapkan beberapa alternatif untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan yang sering terjadi di tanjakan yang sebelumnya bernama “Tanjakan Emen” dan kini berubah nama menjadi “Tanjakan Aman” tersebut.

Salah solusi alternatif yang ditawarkan adalah pembangunan jalur Lingkar Subang. Untuk meminimalisir kecelakaan yang kerap terjadi di jalur tersebut pihak Dinas Bina Marga telah mempersiapkan rancangan pembangunan jalur tersebut. Jalur lingkar sepanjang 7 KM tersebut diharapkan mampu meminimalisir kecelakaan. Selain sebagai salah satu langkah untuk meminimalisir kecelakaan, menurut Guntoro hadirnya Jalur Lingkar Subang tersebut akan mampu mendongkrak perekonomian di Wilayah Subang dan sekitarmya. Seperti diketahui Kabupaten Subang kini udah menjadi salah favorit kunjungan wisata di Jawa Barat.

Sekertaris Dinas Perhubungan Jawa Barat Andreas Wijanto dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat telah melakukan langkah cepat dalam penanganan pasca terjadinya kecelakaan maut yang terjadi di Tanjakan Aman, Kabupaten Subang tersebut. Salah satu langkah jangka pendek yang akan dilakukan oleh Dishub Jabar yaitu pembuatan marka jalan berupa pita kejut, yang akan terpasang di jalur rawan kecelakaan yang menghubungkan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang tersebut.

Selain itu adapun rencana jangka panjang yang akan dilakukan oleh Dishub Jabar yaitu pemasangan perlengkapan jalan, pembuatan escape way, pemasangan/penempatan CCTV, pembuatan lajur khusus sepeda motor serta pembinaan dan sosialisasi pengusaha angkutan umum termasuk kepada para pengemudi.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Ali Hasan mengapresiasi usulan-usulan terkait langkah-langkah penanggulangan dan pencegahan pasca kecelakaan maut yang terjadi di “Tanjakan Aman” yang terjadi pada Sabtu 10 Februari 2018 lalu. Dalam rapat tersebut telah dijabarkan mengenai tindakan-tindakan penangulangan yang telah dilakukan oleh Dinas Pehubungan dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.

Diantaranya pemasangan fasilitas lalu lintas berupa marka jalan pita kejut sebagai salah satu langkah jangka pendek penanggulangan pasca kejadia kecelakaan maut yang merenggut puluhan nyawa tersebut. Selain itu adapun rencana jangka panjang yang telah dipersiapkan adalah pembangunan Jalur Lingkar Subang. Mengenai rencana pembangunan jalur lingkar tersebut pihaknya mendukung rencana tersebut.

Namun untuk saat ini, Ali Hasan menekankan bahwa penanggulanan dan pencegahan dalam jangka pendek harus menjadi prioritas, mengingat untuk penanggulangan jangka panjang masih terbentur persoalan anggaran.

Untuk itu pihaknya berharap untuk anggaran pencegahan dan penanggulangan ini tidak hanya terpusat di jalur Tanjakan Aman saja. Terdapat 13 jalur rawan kecelakaan di Jawa Barat yang harus menjadi perhatian bersama. Meskipun dari 13 jalur rawan tersebut hanya 2 yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan 11 lainnya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.[REL/PB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *