Pengeroyokan di Setu, Tiga Anak Dibawah Umur Jadi Tersangka

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara didampingi Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat saat menggelar kasus pengeroyokan dua orang remaja Setu di Mapolrestro Bekasi, Jumat 15 Desember 2017.[RIK]

POSBEKASI.COM, CIKARANG – Tiga anak di bawah umur bersama tiga pelaku pengoroyokan AS, 16 tahun dan MI, 18 tahun, hingga babak belur di depan Perumahan Griya Setu Permai, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Ahad 10 Desember 2017 2017, ditetapkan sebagai tersangka.

“Berawal dari saling ejek di media sosial Facebook, kedua kelompok sepakat bertemu untuk tawuran,” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara, kepada wartawan di Mapolrestro Bekasi, Jumat 15 Desember 2017.

Menurut Kombes Candra, pelaku dibawah umur adalah, DA, 17 tahun, AM, 17 tahun dan MR, 17 tahun, serta tiga pelaku lainnya FF, 18 tahun, VH, 18 tahun dan AYP, 19 tahun.

“Mereka melakukan pengeroyokan dengan tangan kosong dan celurit hingga dua korban terkapar bersimbah darah. Satu pelaku lainnya berinisial TG, 19 tahun, masih kita buru,” katanya.

Dalam kasus tersebut kat Kombes Candra, setelah pertemuan dua kelompok itu dengan nada tinggi korban AS kemudian bertanya ke para tersangka hingga tersulut emosi. “Lu semua anak mana?,” kata AS ditirukan oleh Kombes Candra.

Salah satu pelaku TG kembali melontarkan pertanyaan yang sama ke kelompok korban, korban AS lalu menjawab bahwa mereka adalah anak remaja yang tinggal di belakang perumahan. “Tersangka TG kemudian menuding bahwa kelompok korban inilah yang ingin menyerang warga Setu,” terangnya.

Akhinya, ucapan korban membuat tersangka TG kesal dan langsung memukul kepala AS dengan tangan kosong. Bahkan rekan tersangka sempat menarik korban sampai terjatuh dari atas sepeda motornya. Niat AS untuk melarikan diri juga digagalkan oleh TG yang langsung menabraknya menggunakan sepeda motor.

Melihat korban tersungkur, para pelaku secara brutal mengeroyok AS menggunakan tangan kosong dan membacoknya memakai celurit hingga terkapar tidak berdaya. Bukan hanya AS, kata Kapolres, korban MI juga diamuk kelompok tersangka saat berusaha melarikan diri. Nasibnya juga serupa dengan AS. Dia mengalami luka di sekujur tubuh hingga babak belur dan luka bacokan.

“Untuk ketiga teman korban lainnya berhasil kabur terlebih dahulu tanpa kena pukulan maupun bacokan,” katanya.

Sementara, Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat, menyatakan warga yang melihat aksi pengeroyokan itu langsung membubarkan dan dua korban yang mengalami luka hingga megeluarkan darah dibawa ke rumah sakit.

Selanutnya Polsek Setu berhasil mengamankan para tersangka dan menggelandangnya ke Mapolsek Setu.

“Kondisi korban kini mulai membaik pasca mendapat perawatan tim medis,” kata Kapolsek.[RIK]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *