Bagi Hasil Migas Bisa Bangun 10 Puskemas di Kota Bekasi

Walikota Bekasi Rahmat Effendi membuka muscab ke IV Hiswana Migas DPC Bekasi, di Kota Bekasi, Kamis 14 Desember 2017.[IST]

POSBEKASI.COM, BEKASI – Walikota Bekasi Dr.Rahmat Effendi, membuka acara musyawarah cabang ke IV Hiswana Migas DPC Bekasi, di Kota Bekasi, Kamis 14 Desember 2017.

Didampingi Asisten Daerah 2, Kariman dan Kabag Perekonomian, Nadih Arifin, sektor ekonomi di luar Migas telah tumbuh dan berkembang sedemikian ruoa sehingga memberikan kontribusi ekonomi dalam bentuj pajak salahsatunya yang kemudian menggantikan peran sektor migas sebagai penerimaan negara yang utama, penerimaan negara yang disumbangjan selama ini, khususnya di awal oembangunan maupun melalui keberadaannya dengan multiplier effect yang ditimbulkan telah berjasa menjadi penggerak mula perekonomian nasional secara keseluruhan, disimpulkan Migas saat ini bukan lagi sumber penerimaan negara yang utama.

Dalam sambutannya, Walikota Bekasi mengatakan, Kota Bekasi memiliki sumur gas sendiri yang berada di wilayah Jatisampurna tepatnya di Kranggan memiliki kapasitas sebesar 5 MMSCFD dan diperuntukan untuk kebutuhan gas listrik industry. Dana bagi hasil pertambangan umum dan gas bumi bisa mendapatkan bagi hasil sebanyak Rp18 milyar yang jika dilogikakan untuk pembangunan Kota Bekasi di bidang kesehatan bisa membangun 8 hingga 10 Puskesmas.

“Berterima kasih kepada para pengusaha baik dari migas maupun lainnya, dalam kontribusi pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi yang di hasilkan dari pajak pajak yang di bayarkan, Kita dari Pemerintah Kota Bekasi harus mengeluarkan payung hukum untuk menguatkan berdiri nya para investor yang berdiri di Kota Bekasi” ujar Walikota.

Selanjutnya Walikota menyampaikan hadir nya Hiswana Migas ini perlu bersinegritas dengan Pemerintah Kota Bekasi karena selain bisnis gas yang disebutkan harus tetap berdiskusi dalam penentuan harga eceran tertinggi gas subsidi 3 kg yang tidak memberatkan warga Kota Bekasi maupun pengusaha gas, langka nya gas karena beberapa faktor di Indonesia untuk hadirnya Hiswana Migas agar harga yang di juak harus sesuai dengan HET yang di tetapkan karena kenaikan harga gas dapat memberikan efek yang besar bagi perekonomian Kota Bekasi terutama pedagang yang bergerak di bidang kuliner.

“Saya atas nama pribadi selaku Wali Kota Bekasi bisa berbangga menghadiri pembukaan musyawarah cabang ini, tetap sinegritas agar bisa memacu pada visi Kota Bekasi yang Maju Sejahtera dan Ihsan” tutupnya.[ISH]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *