Malu Dikatai Modal Cungur, Sopir Tembak Habisi Pemilik Warung

Ilustrasi

POSBEKASI.COM, JAKARTA – Seorang sopir tembak habisi pemilik warung di Pulo Gabung, Jakarta Timur, ditangkap di kawasan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Ahad 3 Desember 2017.

Pelaku, Mose Dayak Simanjuntak,40 tahun, alias Koring, diringkuas Unit Reskrim Polsek Metro Pulo Gadung, usai menusuk pemilik warung milik Juara Berkat Tambunan, 34 tahin. Hingga tewas dengan luka sembilan lobang.

Kepada polisi, pelaku mengaku kesal lantaran korban bicara tak pernah bayar di warung itu di depan dua rekannya yang datang untuk dibawa mabuk.

“Pelaku ditangkap di rumah kerabatnya di kawasan Tarumajaya, setelah diintai petugas. Berbekal informasi, tim langsung bergerak untuk meringkus pelaku. Sebelumnya pelaku melarikan diri ke kawasan Pondok Ungu, kami kejar ke sana sudah kabur. Tersangka kami ringkus saat baru datang di rumah kerabatnya tersebut,” kata Kapolsek Metro Pulo Gadung, Kompol Sukadi, Senin 4 Desember 2017.

Saat ditangkap kata Kompol Sukadi, Koring hanya bisa pasrah dan tak berkutik serta mengakui telah menusuk korban dengan sebilah pisau hingga tewas. “Saat diperiksa pelaku mengaku penusukan itu dilakukan dengan spontan. Ucapan kasar korban membuat pelaku sakit hati,” tambahnya.

Koring, mengaku dirinya naik darah dipicu ucapan korban yang menyinggung perasaan. Pasalnya, kedatangan ia ke warung milik Juara di Terminal Pulogadung ternyata ditemani rekannya.

“Saya main sama teman ke warung, rencananya minuman mau dibayar sama dia. Tetapi korban bilang, kamu cuma modal cungur aja ke sini, bayarnya kapan,” katanya.

Atas perkataan itu, kata Koring, ia mengaku kaget dan kesal. Terlebih, Juara dinilai telah membuat malu dirinya di depan rekan-rekannya yang ia bawa untuk pesta minum arak tersebut.

“Ya saya kaget, kok dia berani sekali bicara seperti itu. Padahal saya lebih tua dari dia,” tambahnya.

Hal yang paling membuatnya kesal, kata Koring, saat korban mengambil belati. Ia mengiris kain serbet yang dipegangnya sembari mengatakan, ”Jika tidak membayar kau akan begini,” ujarya seraya mengiris kain dengan belati. “Ya saya terus terang saja. Saya bilang sama dia, lihat aja saya dateng lagi jam dua, kalau engga nih potong kemaluan saya,” terang Koring.

Bermodal pisau belati, Koring pun kembali datang ke warung. Di sana, ia mulai mencoba memberikan perhitungan dengan korban. “Cuma saat ini saya menyesal, kemarin saya cuma kesal dengan perkataan dia (korban). Apalagi saya juga sudah agak mabuk,” katanya.[COK]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *