Walikota Sebut Banjir Ciketing Udik Akibat Human Eror

Dilaporkan warga melalui medsos Walikota Bekasi Rahmat Effendi kunjungi Ciketing Udik, Senin 20 Nopember 2017.[IST]

POSBEKASI.COM, BANTARGEBANG – Media sosial (medsos) menjadi ajang keluhan laporan warga kepada Walikota Bekasi Rahmat Effendi, langsung menindaklanjutinya tanpa menunggu laporan resmi anakbuahnya.

Hal ini mendapat respon positif warga, yang semakin viral melaporkan tiap keluhan di lingkungan sekitar. Halnya warga Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, melaporkan banjir merendam kawasan itu hingga 1 meter lebih di medsos, membuat Rahmat Effendi bersama Dinas PUPR, Camat Bantar Gebang dan Lurah Ciketing Udik, terjun ke lokasi banjir, Senin 20 Nopember 2017.

Mengawali titik pantau banjir di Gedung Arsip Pendidikan dan Kebudayaan milik Kementrian yang tidak jauh di depan area Ciketing Udik dijadikan posko sementara bgai 8 Kepala Keluraga yang rumahnya terendam.

Kedatangan Rahmat langsung disambut dan warga melaporkan rumah mereka kerap menjadi langganan banjir sejak tahun lalu.

Rahmat sempat meminta maaf, karena banjir tersebut dinilainya ada kesalahan “human eror” bukan akibat situasi cuaca yang pada Minggu 18 Nopember 2017 hujan turun hingga malam hari.

Namun, di lokasi tersebut telah disiagakan Unit Rescpon Cepat (URC) dari Badan Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD) Kota Bekasi yang membuka posko makan dan dari Dinas Kesehatan dan i Dinas Sosial Kota Bekasi, serta dokter jaga.

Dalam penelusurannya, Rahmat menemukan sejumlah human eror diantaranya, pembangunan Puskesmas Ciketing Udik didapati galian pengerjaan pembuatan saluran yang terhambat pekerjaannya sehingga aliran yang biasa dialiri air menjadi tumpahnya ke pemukiman warga.

“Ini bukan karena banjir akibat cuaca, melainkan ini karena human eror akibat kesalahan dari pengerjaan penggalian saluran yang menghambat hingga menimbulkan dampak genangan ke pemukiman warga,” kata Rahmat.

Sementara, Kadis PUPR Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Kepala UPTD PUPR Kecamatan Bantar Gebang yang diinstruksikan langsung Wahmat, diminta segera menyelesaikan pengerjaan proyek tersebut hingga tidak berdampak pada warga.

Mengakhiri pantauan banjir, Rahmat menelusuri area penampungan sampah dan akan membuat polder air khusus untuk warga Ciketing Udik.

“Jika dilihat memang aliran air saat hujan akan lari ke daerah penampungan sampah, Lurah dan Camat segera membuat surat untuk pengolahan lahan tersebut untuk ditetapkan menjadi polder air,” katanya.]ISH]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *