Lim Tjoan Oe Tersangka Penjul Pil PCC Kedapatan Pelihara 4 Hewan Dilindungi

Elang Bondol Putih satu dari empat ekor hewan yang dilindungi diamankan Polrestro Bekasi dibelakang toko obat milik tersangka Lim Tjoan Oe penjul Pil PCC, di Jalam KH Dewantara, Karang Asih, Kamis 5 Oktober 2017.[IST]

POSBEKASI.COM, CIKARANG – Kapolres Mero Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra bersama Kepala Seksi Wilayah 1 BKSDA Wilayah Jakarta Trusyiadi dan Ketua Jakarta Animal AID Network (NGO) Benfika, mengamankan empat hewan langka yang dilindungi di rumah tersangka penjul obat-obatan berbahaya Lim Tjoan Oe alias Thomas Riyadi di Jalam KH Dewantara No 11, Desa Karang Asih, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis 5 Oktober 2017.

Lim Tjoan Oe merupakan tersangka penjual obat-obatan berbahaya Pil PCC (paracetamol, caffeine, dan carisoprodol) di Toko Obat Cung, saat petugas melakukan razia menemukan kandang hewan yang dilindungi di belakang toko milik tersangka.

“Berawal saat dilakukan razia ke toko obat milik tresangka pada Senin 18 September 2017 lalu, Sat Res Narkoba Polres Metro Bekasi bersama BPOM Kabupaten Bekasi menemukan tempat  penangkaran atau pemeliharaan hewan yang diduga dilindungi oleh pemerintah,” kata Kombes Asep saat memimpin pengamanan hewan yang dilindungi tersebut, Kamis 5 Oktober 2017.

Empat hewan yang dilindungi itu adalah, 2 ekor Buaya Muara, 1 ekor Lutung Jawa, dan 1  ekor Elang Bondol Putih, serta 1 ekor Beruk atau Siamang yang tergolong bukan hewan dilindungi.

Dari keterangna tersangka mengaku Buaya Muara tersebut telah dipeliharanya selama 25 tahun.

“Empat hewan yang dilindungi langsung kita amankan, sedangkana seekor Beruk/Siamang bukan termasuk hewan dilindungi. Tugas BKSDA adalah menerima penyerahan yang kemudian akan kami lihat dahulu apakah layak atau tidak bila binatang-binatang ini dilepas kembali kehabitatnya dan jika tidak maka akan dikembalikan ke PPS,” kata Trusyiadi.

Selanjutnya, tersangka dijerat dengan tindak pidan Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat 2 Jounto Pasal 21 ayat 2 huruf a UU RI Nomor 5 tahun 1990, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.[HSB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *