Pasangan Produksi Vaksin Palsu Diduga Lakukan Pencucian Uang

Pasangan suami istri, Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina, produsen vaksin palsu saat menjalani sidang perdana di PN Kota Bekasi, pada 11 November 2016.[DOK]

POSBEKASI.COM, BEKASI – Persidangan kasus vaksin palsu yang dilakukan pasangan suami-istri, Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina, diduga mendanai sejumlah usaha keluarga bernilai miliaran rupiah.

“Usaha tersebut diduga bersumber dari hasil produksi dan penjualan vaksin palsu. Dalam fakta persidangan diungkap Hidayat dan Rita memiliki usaha keluarga berupa peternakan ayam, bisnis penjualan pakaian dalam dan pakaian tidur, hingga tempat tinggal kontrakan,” kata kata Kasi Piddum, Andi Adikawira, di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin 21 Agustus 2017.

Pad sidang agenda keterangan terdakwa itu, kata Andi, dimana usaha peternakan terdakwa di kawasan Tambun, Kabupaten Bekasi, yang dimulai sejak 2009 mampu memasarkan rata-rata 10 ribu ekor ayam broiler per bulan yang dibeli seharga Rp3.000 per ekor dengan lahan peternakan seluas 15×4,5 meter per segi.

“Pada 2013, terdakwa mengganti usaha peternakan dengan tempat tinggal kontrakan berjumlah lima lokal kamar yang seluruhnya telah tersewakan,” ujarnya.

Selaian itu, terungkap juga pasangan tersebut menggarap bisnis jual-beli pakaian dalam untuk dewasa dan anak-anak dengan membuka sebuah ruko di pusat perbelanjaan Revo Town Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, pada 2009 hingga 2013.

“Usaha pakaian dalam itu diakui terdakwa digarap bersama saudaranya berjalan bersamaan dengan produksi vaksin palsu yang digarap terdakwa sejak 2010 hingga 2016 sehingga ada kemungkinan pencucian uang dalam bisnis keluarganya,” terangnya.[GHA]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *