Pipa Gas Bocor, Aliran ke Bojong Rawa Lumbu Terputus Selama Tiga Hari

Pipa gas untuk rumah tangga yang bocor di Kampung Lubang Buaya mengakibatkan tiga hari pelanggan di Kelurahan Bojong Rawa Lumbu tidak dapat menerima aliran gas dari PT Sinergi Patriot Bekasi.[RAD]

POSBEKASI.COM, SETU – Dalam waktu tiga hari pelanggan gas rumah tangga di Kelurahan Bojong Rawa Lumbu, Kota Bekasi, tidak mendapat aliran gas akibat kebocoran saluran pipa di Kampung Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Senin 7 Agutus 2017.

“Masih dalam perbaikan, paling tidak tiga hari mulai hari ini aliran gas ke perumahan di Bojong Rawa Lumbu tidak bisa dialirkan,” kata Sektrestris Coprparer BMD Kota Bekasi, Junaidi, saat dikonfirmasi posbekasi.com, Senin 7 Agustus 2017.

Menurut Junaidi yang masih berada di lokasi pipa gas bocor untuk konsumsi rumah tangga itu tengah melakakan penggalian untuk mengetauhi secara pasti pipa yang bocor. “Ada tiga pipa yang tertanam yakni, milik PT Sinergi Patriot Bekasi, Rabana, dan Pertamina Gas. Untuk mengetauhinya kami akan cek dulu,” katanya.

Sedangkan penutupan kran aliran ke Bojong Rawa Lumbu guna mengantisipasi terjadinya semburan gas yang dapat mengakibatkan kebakaran di sekitar pipa bocor.

Sebagaimana diberitakan posbekasi.com, satu gerobok warung bubur ayam terbakar akibat kebocoran pipa gas di Desa Kampung Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Warung milik Malisi, 40 tahun, di Kampung Lubang Buaya, RT03/02, itu sekitar pukul 04:00 dinihari, bocor, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Bersama pihak Pertamina kita amankan jalur pipa bocor untuk mengantisipasi terjadinya kebocoroan yang lebih besar dan guna menghindari korban jiwa,” kata Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH, yang meninjau langsung ke lokasi pipa gas bocor itu.

Mengantisipasi maraknya api dari semburan pipa gas yang membakar warung bubur ayam, pihak Pertamina menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar).[RAD]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *