Kasus Haikal “Coba Pilih Pilih SAH”, Bupati Neneng Harusnya “Turba”

Haikal Febrian, bocah kurang gizi bersama Nenek Bonah.[RAD]

POSBEKASI.COM – Dua pembaca berita posbekasi.com berjudul “Bupati Neneng Dinilai ‘Tak Peduli’ Nasib Haikal”, sentil Bupati Bekasi Neneng Hasnah Yasin terkait kasus gizi buruk yang dialami bocah yatim piatu yang hidup bersama Neneknya berprofesi sebagai pemulung.

Salah seorang pembaca menulis komentarnya “Coba pilih putera daerah Pak Sa’udin dan wakilnya Ahmad Dhani…,” kata Yunus Indrawan.

Sementara, Kang Adieb menulis “Seharusnya Turba “Turun kebawah” khodimul ummuh memberikan pelayanan kepada umat bukan sayyidul umat juragan Rakyat, Seperi Umar bin Khotob yang selalu memperhatikan keadaan Rakyatnya fukoro wal masakin apalagi ‘Haikal’ ibroh buat kita semua,” tulisnya.

Sebab, pemimpin adalah khadimul ummah (pelayan kaumnya), dimana ia menjadi penggerak bagi terlaksana dan berfungsinya berbagai kebijakan dan pelayanan untuk rakyat.

Dua tanggapan pembaca tersebut, menyampaikan sentilan karena Bupati neneng dinilai “Tak peduli” kondisi Haikal Febrian, bocah 5,6 tahun.

Sebelumnya, diwartakan warga menilai Bupati Kabupaten Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, sama sekali tidak menunjukan kepeduliannya terhadap rakyatnya yang mengalami gizi buruk, sehingga dibawa ke RSUD Kota Bekasi.

“Untung saja ada dermawan yang terketuk hatinya setelah posbekasi.com mengangkat pemberitaan bocah gizi buruk itu hingga kini dirawat di RSUD Kota Bekasi. Sayangnya, Bupati Bekasi sampai sekarang tidak menunjukan kepeduliannya pada warganya sendiri,” kata Reriyanto, salah seorang warga Setu kepada posbekasi.com, Senin 31 JUli 2017.

Menurut pria tersebut, seharusnya Bupati Neneng malu diperiode keduanya memimpin Kabupaten Bekasi masih terdapat anak kurang gizi. “Inikan memalukan, mau berapa periode lagi jadi bupati?,” ujarnya.

Lebih disayangkan, lanjut pria yang begitu kaget membaca pemberitaan posbekasi.com bahwa ada anak yang mengalami gizi buruk justru ditemukan oleh pihak kepolisian bukannya dari dinas kesehtaan atau pelayanan kesehatan yang ada di Setu maupun Kabupaten Bekasi.

“Ini pertanda kinerja perangkat dinas kesehatan buruk, tidak melakukan investigasi ataupun mendata anak maupun warga yang mengalami gizi buruk atau penyakit lainnya secara akurat,” ujarnya.

Sebagaimana diwartakan posbekasi.com, pertama kali bocah malang tersebut ditemukan oleh Bhabinkamtibmas Cijengkol Bripka Asfar Arochim. Bocah yang mengalami gizi buruk hidup bersama Bonah,53 tahun, di Kampung Lubang Buaya RT02/04, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.[RIK/SOF]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *