Setelah HMI, Giliran GMNI Desak Kadisdik Kota Bekasi Dicopot

GMNI tuntut pencopotan Kasidik Ali Fauzi dengan aksi bakar ban di depan gedung DPRD Kota Bekasi, Rabu 12 Juli 2017.[IST]

POSBEKASI.COM, BEKASI – Setelah Himpunan Mahasis Islam (HMI) Kota Bekasi, giliran aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bekasi menuntut pencopotan Kadis Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzi, terkait kisruhnya sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online untuk tahun ajaran 2017/2018 disejumlah sekolah.

Tuntutan GMNI itu ditandai dengan pembakaran ban di depan Gedung DPRD Kota Bekasi, Rabu 12 Juli 2017.

Aksi tesebut sempat menarik perhatian sejumlah masyarakat yang melintas, para aktivis GMNI terus menyuarakan tuntutan mundur dan meminta Walikota Bekasi Rahmat Effendi mencopot Ali Fauzi dari jabatannya.

“PPDB Online hanya menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat, padahal pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Ini semakin diperparah dengan tutup matanya DPRD atas kekisruhan ini,” kata Ketua GMNI Kota Bekasi, Halason, dalam orasinya.

Diamnya DPRD Kota Bekasi, membuat GMNI curiga adanya konspirasi dengn Disdik. “Mungkin ada konspirasi antara Disdik dengan DPRD,” duga Halason.[RIS’ISH]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *