Pilkada 2018, “M2 versus Pepen”

Mochtar Mohamad dan Rahmat Effendi.[DOK]

Mochtar Mohamad dan Rahmat Effendi.[DOK]

POSBEKASI.COM – Masih ingat Mochtar Mohamad?, mantan Walikota Bekasi yang merupakan sosok gaul dan mudah akrab dengan siap saja.

Politikus PDIP yang akrab disapa M2 itu sepertinya tidak pernah luput dari pembicaraan elite partai khususnya di Kota Bekasi yang sebentar lagi memasuki proses Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang.

Betapa tidak, M2 yang “digadang-gadang” banyak elite, terutama partai tempatnya berkiprah selama ini.

Suami Sumiyati yang pernah terlilit hukum hingga menghentikan langkah kariernya terkait dakwaan suap Piala Adipura 2010, penyalahgunaan APBD Kota Bekasi, serta suap kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan penyalahgunaan anggaran makan-minum yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp5,5 miliar.

Pada Selasa 11 Oktober 2011, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung memutuskan M2 bebas murni dari dakwaan. Namun, pada Rabu 7 Maret 2012, putusan tersebut dibatalkan pada tingkat kasasi di Mahkmah Agung, dimana M2 dinyatakan bersalah dan dihukum 6 tahun penjara.

Sebelum Posbekasi.com didirikan, kini salah seorang watawannya ketika itu mengunjungi sahabatnya mantan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin yang tengah bersama M2 di LP Sukamiskin Bandung. Oleh Syamsul Arifin mengenalkan dan memberitahukan kepada M2 bahwa penulis adalah warga Kota Bekasi.

Mendengar warga Kota Bekasi, M2 penuh semangat bercerita tentang perjalanan pembangunan yang pernah ia lakukan.

“Nanti selepas ini saya akan main kesana, banyak warga tidak tahu kalau saya sering memantau Kota Bekasi hingga ke perbatasan hanya untuk melihat kondisi jalan dan situasi masyarakat malam sampai dinihari,” kenang M2.

“Sekarang bagaimana jalan-jalan daerahmu? Sudah rapikan? Tapi saya tidak bisa lagi melanjutkannya. Nanti keluar dari sini saya akan main kesana,” janji M2 penuh kepedulian perkembangan pembangunan Kota Bekasi.

Diakui, sejak kepemimpinan M2 banyak infrastruktur jalan di wilayah perbatasan yang dibangun, hingga perkembangan di perbatasan kini semakin padat dengan perumahan.

Talenta gaul pria kelahiran 26 Oktober 1964 tetap melekat pada dirinya, membuat M2 disenangi banyak orang. Hal itu pula yang menggelindingkan namanya muncul kembali untuk bertarung di Pilkada melawan mantan wakilnya, Rahmat Effendi yang resmi menggantikannya pada Kamis 3 Mei 2012, atas pemberhentian M2 sebagai Walikota Bekasi berdasarkan SK Mendagri Nomor: 131.32.329 tahun 2012 tanggal 5 April 2012.

Sebelum bebas dari LP Sukamiskin, pada Minggu 21 Juni 2015, M2 merestui sang istri maju dalam Pilkada 2013-2018.

Kala itu, Sumiyati berpasangan dengan Anim Imamuddin melawan empat pasang calon yakni, Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu, Shalih Mangara Sitompul-Anwar Anshori, Dadang Mulyadi-Lukman Hakim, dan Awing Asmawi-Andi Zabidi.

Hasil Pilkada 2013-2018 tersebut melantik Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu sebagai walikota dan wakil walikota.

Akankah Pilkada 2018-2023, M2 naik ke panggung politik menghadapi Pepen (Rahmat Effendi) yang notabene pernah menjadi wakilnya dan mengalahkan sang istrinya itu?.[HSB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *